Uncategorized

Zil. Maka angkat gelasmu. Pesta telah usai

Zil. Tidak ada yang menceritakan padaku bagaimana keadaan Sri Tanjung setelah masuk ke dalam sungai untuk membuktikan cintanya pada Sidopekso.
Apakah dia hidup kembali lalu kembali pada pelukan Sidopekso? atau kemudian menemui Prabu Sulah Hadi Kromo untuk benar benar menjadi permaisuri dan menjadi pembenar atas isue yang ada di istana?
atau memilih hidup sendiri melanjutkan perjalanan dan membangun sendiri istananya atas nama kecewa.
“Kau menjebak ku. Menjebakku agar aku tidak meninggalkan kamu”.
Maka semuanya berhenti. Tidak ada yang terjebak dan menjebak.
“Sidopeksa diutus mencari obat oleh raja kepada kakeknya Bhagawan Tamba Petra yang bertapa di pegunungan. Di sana ia bertemu dengan seorang gadis yang sangat ayu bernama Sri Tanjung.
Sri Tanjung bukanlah gadis biasa, karena ibunya adalah bidadari yang turun ke bumi dan diperistri seorang manusia. Karena itulah Sri Tanjung memiliki paras yang luar biasa cantik jelita. Raden Sidapaksa jatuh hati dan menjalin cinta dengan Sri Tanjung yang kemudian dinikahinya”
Zil. Aku menggerutu seharian ini. Tidak pernah ada satu literatur pun yang menceritakan tentang Sri Tanjung yang menjebak Sidopekso agar bisa tinggal di istana Sindurejo
Maka aku tahu saatnya sudah tiba untuk berhenti. Ini hanya legenda dan tidak pernah ada. Semacam aku dan kamu. Benar benar tidak ada
Zil. Benar katanya. Kami seharusnya tidak pernah bertemu. Semacam Sidopekso yang seharus berjalan ke arah selatan istana agar tidak pernah menemui Sritanjung yang berada di utara istana
Saatnya tiba. Kamj tidak perlu lagi bicara apa apa
Jika kau tanya apa yang aku inginkan dari sebuah lakon Sritanjung Sidopekso. Aku ingin mengakhirinya dengan kematian
Bukankah jarak terjauh adalah terabaikan? itulah sebenar benarnya perpisahan
Zil. Maka angkat gelasmu. Pesta telah usai
Banyuwangi, 4 November 2017
Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *