Uncategorized

WAKTU

Tiba-tiba semua kosong tuan……
Bahkan gelas dalam otak saya juga ikut kosong
Saya ingin menulis puisi untuk mu, tapi takut kamu tidak pernah mau membacanya
Jadi aku simpan sendiri tanpa kamu tahu, Tuan
Saya merindumu Tuan ……… sejak matahati terbit sampai tenggelam
Selama 24 jam 7 hari, rindu itu berputar seperti bumi yang berputar pada porosnya
Benar Tuan! Saya merindukanmu…… salah? Semoga saja tidak tuan
Saya ingin berbisik pada mu, “saya membutuhkanmu”
Waktu itu rindu….. seperti rindu-rindu pada senja disebuh bukit penuh ilalanh
Jangan mainkan hati ku Tuan…. karena dia sudah terluka oleh waktu
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *