Uncategorized

TENTANG KELUD, TENTANG KILISUCI

Kelud
berbeda. Dalam legendanya, Kelud tidak sama dengan dengan Gunung
Tangkuban Perahu di Bandung Jawa Barat, atau Gunung Bromo di Jawa Timur
yang berasal dari gndukan tanah yang meninggi secara alami,

Gunung Kelud terbentuk dari pengkhianatan seorang putri yang bernama
Dewi Kilisuci terhadap dua raja sakti Mahesa Suro dan Lembu suro, dua
lelaki yang bekepala lembu dan berkepala Kerbau.

Dewi Kilisuci
menolak lamaran dengan membuat sayembara agar kedua raja tersebut
membuat sumur di atas gunung Kelud. Satu berbau wangi. Satu lagi berbau
amis. Karena sakti, kedua raja tersebut berhasil menyelesaikan sayembara
tersebut. Lagi-lagi, Dewi Kilisuci meminta mereka untuk membuktikan bau
tersebut dengan masuk ke dalam sumur.

Perempuan. Saya suka
perempuan yang memiliki daya tawar. Saya berpikir Dewi Kilisuci berhasil
membunuh sebuah pikiran yang menganggap bahwa perempuan tidak memiliki
banyak pilihan dalam menentukan jodoh sesuai dengan hatinya. Banyak
sekali kisah-kisah perempuan yang mengajukan syarat berat dalam
pernikahan yang menunjukkan bahwa perempuan pun punya daya tawar untuk
menentukan kebahagian mereka dalam sebuah pernikahan. Tentang Roro
Jonggrang? Dayang Sumbi ? walaupun dengan alasan-alasan yang berbeda,
tapi mereka masih tetap punya daya tawar.

Akhirnya, saat Lembu
Suro dan Mahesa Suro masuk kedalam sumur, Dewi Kilisuci menyuruh
prajurit Jenggala menimbun kedua raja tersebut di dalam dasar hukum
Mereka berdua mati dan terkubur dalam gunung kelud.

“Yoh, wong
Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yoiku. Kediri
bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung”

Saya belajar tidak baik mendendam. Tapi Raa… itu kan hanya legenda.

Baiklah. Saya tahu. Saya sekarang berdoa bahkan sejak malam itu saya
mendengar suara dentuman tengah malam. “Bulan purnamanya bagus”. Ah
kenapa kamu tidak membangunkanku malam itu untuk bersama melihat bulan
dan bintang.

“Nanti kita lihat bintang berdua”. Kamu melupakan janji mu atau saya yang terlalu sibuk? entahlan.

Saya sedang berikir bahwa indah pada waktunya. Saat abu yang dicaci maki memberikan kesuburan pada tanah di Jawa.

Saya selalu berdoa untuk Indonesia

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *