Uncategorized

TENTANG JAZZ DI BANYUWANGI

 24 Oktober 2013
Boleh sepagi-pagi ini saya berbicara tentang Jazz?

Karena sepagi ini saya mendengarkan talkshow tentang “Banyuwangi Beach
Jazz Festival” Pesta Rakyat berbayar! 300 ribu – 1 juta rupiah!

Anggarannya 1 miliar lebih. Entahlah apakah itu menggunakan dana APBD
atau tidak. Semua yang dikonfirmasi tidak ada yang sinkron. Ada yang
bilang APBD ada yang bilang bersponsor. Ahh….. jika itu benar-benar
menggunakan dana APBD betapa nelangsanya warga Banyuwangi.

Kamu nggk suka Jazz Raa? siapa bilang. Saya sangat suka musik Jazz.
Tapi saya nggk perlu memaksa orang lain untuk mengikuti kesukaan saya
bukan? Apa iya saya akan memaksa memutar lagu Jazz di lingkungan
kawan-kawan saya yang lebih suka musik dangdut. Yaa akhirnya saya
memutar lagu Jazz di dalam kamar saya sendiri atau buat “sumpel” telinga
saya saat naik motor.


Saya selalu duduk manis di 6 tahun
berturut turut di Asean Jazz Festival! Bahkan saya bertepuk tangan
paling kencang saat Dwiki Darmawan berkolaborasi dengan alat musik
Kompang.

“Ndik…. berapa harga sound system untuk Jazz Asean kemarin”
“Hahahahah kenapa Raa? kamu mau nyewa?”
“Manaa ada. Buat apa aku nyewa”
“Kemarin 4 panggung 2 hari sekitar 250 juta rupiah. Hanya sound system. Belum lighting. Pangggung dll”
“Lalu bagaimana konsep dengan sound system di Pantai?”
“Pantai mana Raa”
“Boom Ndik”
“Pantai itu out door. Kebutuhan lebih besar. SPL harus lebih besar.
Untuk di pantai angin jadi tantangan. Pemasangan sound system tidak
boleh melawan angin. Karena kalau melawan angin percuma saja. Belum lagi
untuk pemasangan panggung, tenda dan lighting. Tidak semudah buat untuk
panggung nikahan”

Endik. Buat saya dia ahli Sound System dan Event Organzer.

“Nggak balik ke Banyuwangi”
“Hahahaha….untuk sementara tempat lain lebih menghargai diriku dari Banyuwangi sendiri”

Balik ke Banyuwangi Jazz Festival. Dan ini masuk dalam rangkaian
Banyuwangi Festival 2013. Oh Gusti………. di selatan masyarakat
mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

Penting ya?

Hahahahahaha baiklah ini yang saya sebut pemaksaan dan hanya untuk
menyenangkan satu atau dua orang saja. Tidak perlu menyebutkan merek la
Raa.

Kamu nonton Raa? entahlah. Saya sudah bosan liat konser.
Kalaupun nanti nonton hanya karena pekerjaan saja yang menuntut saya
untuk nonton Karena buat saya ketika sejak pertama kesannya dipaksakan
maka hasilnya akan tidak baik.

Baiklah, Selesaikan catatan
konyol ini. Dan yakinlah ada yang misuh-misuh setelah membaca catatan
ini. Hahahah bodoh lah. Lebih baik saya ngurusi wanita pekerja seksual.
Tentang ibu-ibu yang menderita HIV AIDS. Atau berbicara tentang sejarah
agar anak-anak muda tidak menjadi tuna sejarah seperti pemimpin yang
sekarang.

Atau uang jatah buat nonton Jazz saya berikan Mbok
Temu Penari Gandrung Legendaris yang sakit dan tidak ada biaya buat
berobat ke dokter.

Ini nyata Bung!

Finish, Mandi lalu ke lokalisasi

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *