Uncategorized

SURAT KEPADA PANGERAN LILIN III

Ingin kembali ku tulis surat padamu malam ini. Mungkin, karena aku merindukanmu?. Tiap malam slalu aku gambarkan biasmu di lampu tidurku. Serta ku tuang tinta rupa seribu puisi di dinding tidurku. Esok malam, mungkin puisi ‘kan berhenti. Ah…semoga tidak. Dan entah, apakah tertulis lagi malam nanti. Seperti malam-malam saat aku sendiri dan menikmati kesederhanaanmu. Sampai saat ini.

Tapi kau tau, Pangeranku. Aku terlalu lelah hanya tuk berpuisi. Aku terlalu letih tuk terus bermimpi tentang rindumu. Dan aku terlalu lemah tuk berkata cinta padamu. Karena aku tahu, mimpiku tentangmu di bangun dari cahaya perakmu. Beberapa malam lagi, mungkin adalah puncak mimpiu. Persembahan atas nama cinta padamu.
Entah, apakah terus ku lanjutkan puisi ke dua ribu untukmu?. Jika kau hanya berjalan sendiri di altarmu. Maka aku akan mengangkat kaki sambil berkata, “Pangeranku. Mungkin kau hanya cukup hadir di mimpiku. Karena aku tak pernah ada di tidurmu”. Aku menyerah, hanya menunda tu saat ini. Selamat malam, Pangeranku. Kutuggu cintamu beberapa malam lagi.
Tagged

11 thoughts on “SURAT KEPADA PANGERAN LILIN III

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *