Uncategorized

SURAT KECIL UNTUK TUHAN

 
Sudah cukup lama saya tidak mereview sebuah film. Tapi entah kenapa saya memilih film “Surat Kecil Untuk Tuhan” dalam catatan ini. Bukan karena film itu diambil dari sebuah kisah nyata Gita Sesa Wanda Cantika (keke) yang terkena penyakit Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia. Tapi di film itu saya melihat indahnya mimpi sebuah “keluarga” dan  tulusnya persahabatan.
Keke…..seorang gadis berusia 13 tahun yang mempunyai kesempurnaan. Cantik, pintar, berasal dari keluarga yang kaya. Dia juga mempunyai 2 orang kakak laki-laki yang sangat mencintainya. Dia juga mempunyai 6 sahabat perempuan yang selalu menemaninya. Serta seorang kekasih yang sangat mencintainya dengan tulus. yaitu Andy. Walaupun orang tua Kek sudha bercerai, tapi Keke bahagia dengan kehidupannya.
Hingga suatu hari dia merasa tidak nyaman dengan mata sebelah kiri yang terus memerah. Selain itu hidungnya terlalu sering mengeluarkan darah segar. Hingga akhirnya dokter memvonis Keke menderita Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia. Ayahnya berusaha mengobati Keke dengan pengobatan alternative, karena dia tidak sanggup jika Keke harus dioperasi dan mata serta separuh wajah Keke harus diangkat. Wakah keke yang cantik berubah memjadi monster. Hingga akhirnya seorang dokter ahli kanker memberikan pengobatan pada Keke dengan kemotrapi dan radiasi. Efeknya sangat luar biasa. Rambut Keke rontok, mual, daya tubuhnya menurun. Tapi dibantu dengan keluarga, sahabat-sahabatnya serta kekasihnya Keke bertahan dan berhasil sembuh dan hidup nomal kembali.

Keke bahagia. Dia kembali menjadi remaja yang ceria. Bahkan dia kembali mengikuti kegiatan ekstra menari di sekolah nya bersama sahabat-sahabatnya. Mereka akan tampil di salah satu ajang bergengsi di stasiun TV. Tapi semuanya kembali berubah ketika penyakit kanker kembali menyerangnya. Matanya kembali memerah dan hidungnya terus mengeluarkan darah. Saat menjalani kembali kemotrapi dan radiasi respon tubuh Keke negative dan menolak. Tapi Keke berusaha bertahan. Dan tetap menjalani kemotrapi dan radiasi walaupun ia tau bahwa sia-sia.
Keke merasa bahwa kehidupannya sudah tidak lama lagi. Ia berhasil membujuk kakak pertamanya yang menjadi pembalap liar untuk kembali hidup normal.  Keke juga berhasil membujuk ibu nya yang telah bercerai dengan ayahnya untuk kembali pada keluarganya. Bahkan Keke berhasil mengajak keluarga lengkapnya untu berlibur dii taman bunga.
Begitu juga sahabat-sahabat Keke. Mereka tidak pernah beranjak dari sisi Keke. Tetap mengajak Keke untuk belajar bersama. Tetap melibatkan Keke untuk latihan tari. Ada satu adegan yang membuat saya trenyuh dan menangis seorang diri. Saat Keke merasa sedih karena rambut panjangnya rontok. Satu persatu sahabatnya rela memotong rambut panjangnya dan diberikan pada Keke sambil berkata, “Keke….kalo kamu butuh rambut, kamu pake rambut aku aja karena kamu tidak sendiri”. Ah….persahabatan itu sangat indah. Apalagi saat mereka tampil live dalam sebuah acara televisi dan mengatakan bahwa tarian itu dipersembahkan khusus untuk sahabatnya Keke. 
(Jujur saya ingat sahabat-sahabat saya melihat adegan ini)
Keke juga tetap mengikuti ujian akhir sekolah walaupun harus dibopong masuk ke dalam kelas. Walaupun sahabat-sahabatnya menangis saat Keke harus mengerjakan ujiannya sambil bertahan dan menutup hidung agar darahnya tidak merusak lembar jawaban. Dan akhirnya Keke di pastikan mendapatkan nilai terbaik dan mendapatkan ranking pertama.
 Keke tidak bertahan. Tubuhnya ambruk dan dia masuk ICU. Sebelum meninggal dia meminta agar keluarganya bisa bersatu walaupun tanpa dia. Termasuk persahabatannya dan juga dengan cinta pertamanya Andy. Yang selalu setia menemani di akhir akhir kehidupan Keke. Dan Keke pun meningal setelah ia berjuang melawan penyakit kangker…..meninggal dengan kenangan yang dimiliki oleh keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Keke sadar jika nafasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia justru bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis 5 hari bertahan hingga 3 tahun lamanya, walau pada akhirnya ia harus menyerah. Dokter pun akhirnya menyerah terhadap kankernya. Di nafasnya terakhir itulah ia menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada lagi air mata di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun. 
Hingga pada tanggal 25 Desember 2006, Keke menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11 malam. Tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan idul fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya. Namun kisahnya menjadi abadi. 
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
Terjadi pada orang lain
(surat kecil untuk Tuhan – Keke)
Keke mengajarkan aku banyak hal. Tentang perjuangan. Tentang bagaimana bertahan. Tentang bagaimana indahnya keluarga. Tentang ketulusan persahabatan.
Saya tau saya tidak mempunyai keluarga lengkap. Termasuk pernikahan saya yang masih belum sempuna. Tapi saya mempunyai kehidupan luar biasa. Saat saya merasa masih di butuhkan. Saya saya masih bisa menulis dan membaca. masih mempunyai sahabat-sahabat yang luar biasa.
Berbicara tentang sahabat. Saya tidak bisa mendefinisikan apa itu sahabat. Tapi yang pasti namanya sahabat adalah ada bukan hanya saat saat saya sedang bahagia. Tapi saat saya terpuruk. Yang menemani saya nongkrong berjam-jam menghabiskan secangkir kopi sambil mendengar keluh kesahku. Yang mengatakan bahwa baju yang saya gunakan sangat tidak pantas. Yang mengatakan bahwa saya terlalu tebal memakai bedak. Yang memeluk saya saat saya menangis. Yang siap mendengarkan cerita-cerita saya walaupun terkadang cerita saya tidak masuk akal. Yang menyiapkan secangkir teh atau kopi saat saya sedang sibuk mengerjakan sesuatu. Yang siap meminjamkan jaketnya saat saya kedinginan dan tak ragu menggenggam jemari saya. Yang siap menemani saya siaran sampai jam 12 malam. Yang menemani saya makan siang walaupun dua bungkus tapi dimakan bersama. Yang selalu mendebat setiap omongan dan keputusan yang saya buat. Yang mengetuk rumah saya tengah malam dan di gonggongi anjing hanya sekedar ingin tahu kabar saya. Yang selalu tidak pernah menghitung berapa uang yang telah saya pakai. 
Saya tau….sahabat-sahabat saya tidak harus ada di sebelah saya saat saya membutuhkan. Saya tahu mereka mempunyai kesibukan masing yang membuat kami semakin jauh. Jauh…maksud ku jauh secara fisik. Tapi saya tau bahwa mereka selalu mendoakan yang terbaik untuk saya. Selalu sms walaupun sekedar mengingatkan makan siang. Jangan tidur terlalu malam. Atau mengkabari ada buku terbaru yang ia punya. 
Saya persembahkan catatan ini untuk sahabat-sahabat saya. Yang mengenal saya baik secara langsung atau pun tidak langsung. Sahabat saya sejak dulu hingga sekarang yang tersebar di tanah jawa bali sumatra kalimantan!
My soulmate Deni: Yang siap mendengarkan curhat saya 24 jam via telpon, yang megerti saya luar dan dalam. Criminal Partner:  Ika Ningtyas yang telah menjadi ibu tapi masih suka diskusi walaupun medianya sudah beralih dari YM ke BBM (criminal dalam segala hal). Jun Batam Juge: Lelaki “melayu” yang selalu menjadi teman debat tersengit walaupun akhirnya baik kembali setelah berhari-hari tak bertegur sapa. Laila Nur Hasanah: perempuan bad mood-an yang sempat membuat saya ilfil berhari-hari dengan keputusan nya menikah dalam waktu cukup singkat dengan FirmanRamzey Irawan: yang menyediakan bahunya saat saya menangis walaupun saya tau dia sangat shock melihat saya dalam kondisi terburuk dalam kehidupan saya. Alvamart: lelaki sok cool yang selalu memberikan ide-ide yang nggk masuk akal tapi tepat sasaran
Sahabat-sahabat dari masa lalu saya. Farah dan Binti: dua perempuan yang menjadi teman diskusi yang menarik mulai jaman kuliah hingga sekarang. Therasari : sahabat curhat saya yang nggk pernah habis-habis bercerita mulai dari kecantikan sampai falsafah hidup. Sahabat-sahabat saya di SD SMP Al-Irsyad. SMA Negeri 1 Glagah. Fakultas Sastra. Sahabat-sahabat wartawan. Sahabat-sahabat di radio Sri Tanjung Banyuwangi. Sahabat-sahabat Komunitas Sejarah Banyuwangi dan semua yang menjadi bagian dalam kehidupan saya. Masa lalu dan masa depan saya.
Semua pasti tau siapa saya…..Bagaimana karakter saya. Keegoisan saya. Kekerasan hati saya. tapi lewat catatan ini saya juga mengirimkan Surat Kecil saya kepada Tuhan. Surat ucapan terimakasih bahwa  Tuhan telah mengirimkan sahabat-sahabat terbaik untuk saya. Saya hanya ingin mengatakan I Love u all
*Judul sebuah film yang ku catat senja itu 13 Juli 2011. 
(banyak yang bilang 13 juli adalah angka sial. Semoga tidak…karena aku sangat merindukanmu)
Tagged

2 thoughts on “SURAT KECIL UNTUK TUHAN

  1. After getting more than 10000 visitors/day to my website I thought your duniaira.blogspot.com website also need unstoppable flow of traffic…

    Use this BRAND NEW software and get all the traffic for your website you will ever need …

    = = > > http://get-massive-autopilot-traffic.com

    In testing phase it generated 867,981 visitors and $540,340.

    Then another $86,299.13 in 90 days to be exact. That's $958.88 a
    day!!

    And all it took was 10 minutes to set up and run.

    But how does it work??

    You just configure the system, click the mouse button a few
    times, activate the software, copy and paste a few links and
    you're done!!

    Click the link BELOW as you're about to witness a software that
    could be a MAJOR turning point to your success.

    = = > > http://get-massive-autopilot-traffic.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *