Uncategorized

SORE CINTA KU……..: ini tentang hujan

 6 Mei 2013
Selamat Sore Cinta……

Bagaimana kabar mu sore hari ini? Ini bulan Mei dan Banyuwangi panas sekali.

” Hingga April 2013 sebagian besar wilayah di Indonesia masih mengalami
musim hujan. Diprediksi, musim kemarau akan terjadi pada bulan Mei dan
Juni 2013. Hal ini dikarenakan massa uap air dari utara yang mencapai
Indonesia masih kuat. Uap air tersebut masih berjalan dari utara menuju
Kalimantan, Jawa dan beberapa daerah di bagian Sumatera, yang menyebabkan curah hujan masih ada walaupun tidak terlalu besar”

Saya ada di Jawa Timur dan sepertinya saya harus belajar merindukan
hujan. Dan akhirnya saya harus mencari aliran air lain untuk mengirim
surat pada Neptunus. Laut mungkin? saat ia menjadi sebuah muara
terakhir.

“Jangan suka ke pantai. Kamu kan katanya masih sakit”

Oke… saya tidak akan ke pantai lagi malam hari. Tapi tidak untuk sore
ataupun pagi hari. Karena saya bisa berjeda tidak siaran pagi setiap
hari.


ini bulan Mei dan saya harus belajar merindukan kamu seperti saya merindukan petrichor. Kau tau apa itu petrichor?
Sebentar…. jika hujan turun, bukankah tanah, ilalang dna rerumputan
mengeluarkan wangi yang khas? nah wnagi khas itu adalah sebuah senyawa
yang di namakan petrichor. Keren kan?

Nah petrichor dan hujan
ini memiliki kemampuan menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan
masa lalu. Itulah yang menjadi alasan kenapa hujan itu romantis….
hujan itu menyenangkan…. dan hujan itu selalu punya kenang.

Seperti kamu…. yang selalu punya kenang untuk saya.

Oh ya kamu tahu tidak air hujan itu berbentuk es, berupa butiran salju
ketika berada di awan. Dan ketinggian minimum awan hujan itu 1.200
meter. Jarak itu tinggi sekali tidka heran jika mencair menjadi air. Dan
efek dari setetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama
dengan benda seberat 1 kilogram yang jatuh dari ketinggian 15 cm.

Dan akhirnya berhari-hari ini saya merindukan hujan seperti saya
merindukan kamu. Iyaa… rindu ke kamu itu seperti sebuah candu.
Memabukkan….

Membayangkan hujan datang dan kita duduk manis
menghadapi cangkir kita masing-masing sambil saling bercerita dan kamu
mendengarkan dongeng saya tentang Neptunus, agen Bintang Utara,
Spongebob, Patrick, Mr Crab, dan Sandy, tupai yang pintar karate

Tapi sayang…. hujan tidak sedang singgah di Banyuwangi.

Keringat dingin saya keluar lagi. Huh….. sangat tidak menyenangkan karena membuat saya mual dengan bau tubuh saya sendiri.

“Mbak iraa…. jangan banyak ngopi. Minum susu kenapa. Istirahat…
jangan dipaksa kerja. waktu tidur itu yang tidur jangan bergadang”

Dinda tadi siang ngomel panjang lebar dan seperti biasa saya hanya
tertawa dan berkata, “Siap… aku akan istirahat dna berlibur kalai adaa
tiket dan akomodasi gratis jalan-jalan ke jerman”

Hah?
Jerman?. Iya benar Jerman. Karena di sana ada Rumah Bermelodi Hujan Di
Jerman ciptaan Heike Bottcher pada tahun 1999. Rumah Bermelodi Jerman
tepatnya di Kunsthof-Passage,Dresdan Jerman. Bangunan ini awalnya untuk
mengatasi kebocoran pipa yang kemudian di letakkan corong yang terbuat
dari plat tembaga sehingga tetesan air hujan menimbulkan suara melodi
yang unik.

Iya Jerman…. bukan karena di sana pusat NAZI dan Yahudi.

Cinta…. saya kangen kamu. Walau saya tidak pernah tahu apakah kamu
membaca catatan-catatan saya ini. Sungguh……..saya mencintai kamu
seperti saya mencintai hujan dan Banyuwangi.

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *