Uncategorized

SIMPAN

Saya membuat sebuah hati. Dari bongkahan-bongkahan masa lalu. Saya mengerjakanya diam-diam. Dengan ribuan doa. 
Saya mengerjakannya menjelang malam sendirian. Saya tidak ingin ada seorang pun yang tahu. Saya malu. Karena hati yang saya buat ini tidak akan pernah terwujud sempurna
Jika pagi saya menyembunyikannya di bawah bantal. Tidak boleh ada yang tahu…..saya takut ada yang suka dan merampasnya sehingga kehilangan hati untuk kesekian kali.
Hati itu sudah jadi. Tidak sempurna. Bopeng-bopeng seperti wajah bulan di lihat teropong. Saya berhadapan dengan kamu. Hati itu saya sembunyikan di tangan kanan dan ku lesapkan dalam saku.
Saya menghela nafas dan berbalik kanan. Saya sempat melihat ekor anak matanya. Saya diam dan melanjutkan perjalanan tanpa perlu memberikan hati ini. Hati yang tidak pernah berbentuk sempurna.
Saya terpekur sendiri. Di sebuah malam dengan hati di hadapan. Saya meraihnya perlahan dan melesapkannya di sebelah hati saya. Ini rahasia. Hanya saya yang tahu di sebelah mana hati itu tersimpan aman. Tanpa perlu saya bagi kepada siapapun.
: Hanya perlu sebuah kejujuran
Saya menundukkan kepala. Jujur atau tidak jujur, hati yang telah saya simpan ini tidak akan pernah aku bagi
Kecuali kamu yang memintanya. Tapi itu tidak akan pernah terjadi bukan?
Saya simpan petlahan-laham hati dan cinta ini unuk kamu. Ssssstt diam!
“Siap ibu putri Gunung Ledang, pembuat perahu kertas, ibunya aulia, penjaga rumah kosong dan pendengar pria yang patah hati”
Saya diam dan balik kanan………
Published with Blogger-droid v2.0.9
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *