Uncategorized

SERUMPUN HATI KITA BICARA DARI HATI

Sudah hampir 3 bulan saya tidak duduk di kursi panas studio saya pada
malam Jumat. Setelah liputan di asrama haji lalu melanjutkan hingga
akhir tahun. “Tanggung”. Itu alasasan saya….

Dan malam
Jumat ini saya kembali ke duduk di kursi ini. Duduk manis memutar irama
yang bisa membuat orang-orang mellow galau ataupun sentimental.
“Lagu-lagumu selalu mendayu-dayu Raa”. Lalu kenapa? Apa salah? Walaupun
mungkin tidak pantas dengan pribadi saya yang “sedikit” urakan.

Saya
suka rancanan Serumpun Hati. Program yang mungkin di radio lain banyak
juga membuatnya.  Dengan berbagi macam versi. Dan saya memposisikan
sebagai seorang pendengar yang baik disini. Membunuh keegoisan saya
menjadi seorang yang paling merasa diri paling benar.


Tiba-tiba sms studio saya berkedip

“Cinta Sejati Belum Tentu Istri,Bisa Jadi Mantan atau Selingkuhan” bla…..bla….bla…blaaaa……

Saya
tidak akan meneruskan terusan sms itu. Karena jika saya tuliskan disii
maka akan membuat orang apriori. Terhadap saya mungkin? Menganggap saya
mengada-ngada?

Saya tersenyum sendiri membaca sms itu.
Saya akhirnya berpikir. Berapa banyak orang yan merasa tidak nyaman
dengan pasangannya.  Pasangan bagai orang asing. Dan selalu
mmepertanyakan apakah dia adalah cinta sejati saya?
Perdebatan
memaknai cinta sejati tidak akan pernah selesai di bicarakan. Walaupun
mungkin akan diadakan dalam sebuah seminar internasional yang dihadiri
oleh para tokoh kawakan.

Ya….saya tidak pernah malu
mengakui  jika saya merasa nyaman dengan sahabat-sahabat saya dari pada
dengan pasangan saya. Saya lebih percaya telpon berjam-jam curhat pada
sahabat saya sampai saya termehek-mehek. Menghubungi sahabat saya saat
pertama kali saya jatuhdari motor ataupun saat badan saya panas tinggi.
Walaupun saya tau mereka  tidak akan datang tiba-tiba di depan saya
untuk membawakan betadine ataupun paracetamol untuk saya. Ya..saat saya
semakin merasa asing dengan pasangan saya. Saat tidak tahu lagi apa yang
harus di bicarakan atau di perbincangkan.

Kembali ke
masalah Cinta sejati. Saya tidak akan menyikapinya dengan cinta yang
cukup pendek antara laki-laki dan perempuan. Saya tahu cinta sejati saya
adalah pada Tuhan saya. Itu cinta yang haqiqi. Walaupun saya bukan
hamba yang baik buat Tuhan saya
.
Cinta saya universal. Pada
sahabat-sahabat saya. Pada ilalang saya. Walaupun sampai detik ini saya
tidak pernah yakin apakah dia masih mencintai saya dengan sikapnya yang
berubah kepada saya.

Telpon berbunyi……
“Mbakk…..aku
harus pilih mana. Mantanku atau cowokku yang sekarang. Mantanku pernah
menyakiti aku, mendua. Tapi aku masih cinta sama dia…aku lebih sayang
dia dari pada cowokku sekarang. Aku bingung mbak…….bantu aku Mbak”

Saya
menghela nafas. Bukan sekali dua kali saya mendapatkan curhatan seperti
ini.  Betul  bahwa perempuan terkadang selalu bermain perasaan di
bandingkan logika. Saya berpikir mengapa asa sayang lebih besar kepada
mantan? Hanya satu alasan karena kita tidak bisa memiliki dia hingga
akhirnya mungkin sebuah keegoisan dan rasa sakit hati sehingga di
artikan sebagai rasa sayang.

Bukankah rasa sayang itu
adalah sebuah keikhlasan? Saat kita juga bahagia melihat pasangan kita
bahagia walau bukan dengan kita? sebuah kebodohankah?

Ah
semakin malam catatan saya semakin nggk jelas. Intinya adalah saya
kembali ke rutinitas malam jumat saya di serumpun hati kita bicara dari
hati. Walaupun tidak ada kamu yang menemani saya. Tidak ada kecupan
selamat malam di pipi saya. Hei….ingat kan malam-malam seperti ini?
Akhirnya sama saja seperti penelpon yang baru saja menelpon ku bahwa aku
terjebak dengan masa lalu.

Sepertinya sepulang malam ni
saya harus segera baca Yasin……ya walaupun mata saya sudah dalam keadaan
ngantuk tingkat Dewa. Ya…untuk ibu saya, ayah saya, nenek saya…..dan
untuk Aulia anak kita. Upss….pernahkah engkau doakan dia? Pernahkah kau
kirim Al-Fatihah untuk dia. Aku ingin menanyakan padamu tapi tidak
pernah ada keberanian untukitu.

Sudah jam 12 malam. Saya
harus segera pulang. Paling tidak saya butuh satu atau dua jam untuk
mengistirahatkan mata saya yang belum terpejam lebih dari 24 jam.

Saya menutup rancangan saya dengan lagu Jauh milik Caramel……

pernah ada rasa cinta
antara kita kini tinggal kenangan
ingin ku lupakan semua tentang dirimu
namun bayangmu selalu ada dalam setiap langkahku

jauh kau pergi meninggalkan diriku
di sini aku merindukan dirimu
kini ku coba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu

Bunda kangen kamu Nak….

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *