Catatan, Uncategorized

Sepotong remah biskuit kamu tinggalkan untuk aku

Sepotong remah biskuit kamu tinggalkan untuk aku
.
.
When I need you
Just close my eyes and I’m with you
And all that I so want to give you
It’s only a heart beat away
When I need love
I hold out my hands and I touch love
I never knew there was so much love
Keeping me warm night and day
.
.
Dan pagi ini aku mengunyahnya pelan-pelan. Tiba-tiba saja saya merasa kehilangan. Ada sesuatu yang berbeda saja pagi ini.
Hari ke 13 di bulan Januari. Terkadang lupa bahwa angka tahun sudah berubah. Ketika 13 hari di awal tahun ini aku melakukan hal hal konyol. Bercinta dengan buku-buku dan khayalan. Memagutnya perlahan semacam ciuman cinta monyet kemarin sore. Hangat mendarat di kedua pipiku.
.
.


Miles and miles of empty space in between us
A telephone can’t take the place of your smile
But you know I wont be traveling for ever
It’s cold out, but hold out and do like I do
.
.
Aku masih saja mengunyah remah biskuit yang kamu tinggalkan untuk ku dengan sisa aroma tubuhmu yang sama dengan bau tanah selepas hujan. Semacam pinus yang kering.

“Aku lelaki hujan mu kan?”. Aku mengangguk. Kamu yang membuatku jatuh cinta jauh sebelum kita bertemu.
Baiklah. Biar saja aku membiasakan diri untuk berdamai dengan kenyataan. Diam saja hanya membuat aku semacam perempuan bodoh dan konyol yang lemah di depan kamu.
Dua cangkir kopi, aku membuatnya pagi ini. Satu cangkir telah habis. Tapi tidak jatah kamu. Aku masih saja mengunyah remah biskuit. Perlahan berdiri menjangkau secangkir kopi jatahmu menuangkannya ke balik jendela. Membiarkannya mengalir menyatu bersama tanah yang kering. Tidak ada hujan hari ini
Tahukah jika aku kehilangan kamu.
When I need you
Just close my eyes and I’m with you
And all that I so want to give you babe
.
.
Pada bekas hujan yang membuat ku lupa bahwa tidak pernah aku pulang ke tempat yang ku sebut rumah. Rumah yang selalu kosong dengan tumpukan buku yang belum terbaca. Ada aroma tubuhmu yang belum terbilas hujan disana.
Hei kamu. Aku sedang merindui mu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *