Catatan

Sepasang cangkir kopi

Bagi saya secangkir kopi itu harus sepasang. Satu untuk saya dan satu untuk kamu.
Lalu bagaimana selama ini? iya saya juga menyediakan sepasang, hanya saja satunya masih ku kosongkan. Saya masih menunggu kamu datang. Tinggal saya tambahkan saja tiga sendok kopi dan satu sendok gula. Memanaskan air lalu mengaduknya perlahan.
Itu jika kamu datang. Jika tidak saya masih bisa menyeduhnya sendirian dengan secangkir lainnya kosong dalam posisi tertelungkup
Maka sepagi tadi saya bermimpi sepasang cangkir saya terisi. Ada senyum, ada rindu, bahkan ada sebuah ceracauan tentang sebuah pagi yang tidak hangat dengan sisa hujan semalam. Saya mengendusnya semacam kelinci yang di lepas di padang rumput dan menggerakkan hidung dan telinganya secara bersamaan. Aroma kopi bagi saya tetaplah seksi seperti kamu yang tiba-tiba saja menyeduhkan secangkir kopi untuk kita berdua dalam mimpi saya.
Benar kan? saya bermimpi. Jikalah memang saya bermimpi maka tolong jangan pernah bangunkan saya. Biar saja saya seperti ini hidup dengan ribuan mimpi. Tiba-tiba saya memilih untuk membahagiakan diri dengan cara seperti ini.
Kau tidak pernah tau jika saya diam-diam menyembunyikan rindu saya di antara dua mata saya yang lelah ini atau sekedar menyimpan cinta di antara catatan-catatan konyol di dunia yang abu-abu ini.
Maka saya sedang ingin mengucapkan selamat pagi kepada sumpah serapah yang membuat saya tertawa saja.
Semacam Belanda yang pernah menjajah Indonesia, kamu juga telah menjajah isi otak dan dunia saya. 
Mas. Saya menikmati mu. Semacam menikmati secangkir kopi. Menyesap aromanya, menelannya perlahan. Pahit mas. Tapi saya tetap menikmatinya.
Sepasang secangkir kopi dengan isi utuh di bagian saya dan isi separuh untuk kamu.
Seperti hati yang tidak pernah kau beri utuh pada saya.
Jika hati ini warung kopi maka berhenti saja. Atau jangan kembali lagi.
Tapi Raa bukanlah dengan singgah akan lahir ribuan puisi dari kedatangannya? dan apa lagi yang lebih romantis dari puisi? matanya.
Maka biarkan saja dia singgah. Paling tidak kamu bisa menikmatinya matanya. Yang konon teduh semacam senja di atas perahu yang laju
Selamat malam Rabu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *