Uncategorized

SELAMAT ULANG TAHUN NDIK

Saya
lupa kapan terakhir memberikan kamu kado. Mungkin beberapa tahun yang
lalu sebuah dompet yang saya beli di Nagoya Mall. Sengaja memilih
dompet. Ketika melihat dompet kamu sudah sobek dan lusuh. Saya pikir
tidak layak untuk seorang Endik Supriyono

Baiklah Ndik.

Seperti biasa di hari ulang tahun mu, saya tidak bisa di samping kamu.
Sekedar memeluk mu dan mengucapkan “Selamat Ulang Tahun”. Mungkin
hanya sebuah kebiasaan mengucapkan selamat tepat jam 12 malam melalui
telpon. Lalu? kita kembali melanjutkan hari kita sperti biasanya.

Ndik…. sudah berapa lama kita, aku dan kamu merayakan ulang tahun
bersama? sudah belasan tahun ya. Sejak kita masih menggunakan seragam
putih abu-abu. Luar biasa…. cukup lama. Tapi tetap saja saya perempuan
yang tidak bisa memberikan sebuah pesta di hari ulang tahunmu.

“Aku nggak mau pesta. Aku mau kamu di sini saja”


Terkadang ucapan kamu meminta kita berada di satu kota dalam 2 tahun
terakhir ini selalu membuat saya terenyuh. Sedih ? iya sangat. Ketika
kita harus melewati hari hari kita masing-masing dengan sendiri dan
memilih bekerja… bekerja dan bekerja. Saya yang memutuskan untuk
tinggal di Banyuwangi. Saya yang selalu dianggap abnormal oleh keluarga
karena memilih keputusan keputusan anti mainstream.

Ndik. Selamat Ulang Tahun.

Terimakasih telah membuat hidup saya berwarna, Iya berwarna sekali.
Walaupun kita jarang sekali berbicara sambil menikmati secangkir teh
hangat di Sukowidi. Terimakasih.

Kamu tahu? sudah banyak
peritiwa kita lalu berdua. Sudah berapa tempat kita datangi ? ke
pelosok-pelosok Indonesia walaupun kamu akan memilih tinggal di hotel
dan saya yang lepas kemana-mana dengan ransel dan sepatu gunung saya.
Lalu ketika saya kembali? maka saya bercerita tentang apa yang saya
temui di jalan dan kamu hanya bilang, “Ya ampun Raa. Liat kulitmu gosong
lagi”

Dan saya masih ingat Ndik saat kamu setia menjemput saya
di bagian imigrasi di pelabuhan karena tertahan dengan alasan KTP saya
Jawa dan selalu dianggap sebagai tenaga kerja ilegal. Lucu kan? berkali
kali dan kamu tetap saja dengan pernyataan yang sama. “Kulit kamu gosong
Raa”.

Hahahahaha… mungkin sudah di takdirkan mempunyai kulit
eksotis karena matahari. “Tapi kan keren”. Lalu kamu mengangguk angguk
saja.

Kamu yang selalu menyediakan saya tiket pesawat walaupun
dengan omelan panjang ketika saya kehabisan uang entah di negara antah
berantah mana. Kamu yang merelakan saya mengangkat kaki di atas dasbord
mobil. Hei… berapa lama kita benar benar berdua saja dengan waktu yang
cukup lama? terakhir di Kalimantan kemarin kan? oh yaa lebaran juga

Engkau tahu harapan saya? terbanglah tinggi Ndik. Wujudkan mimpi-mimpi
kamu tentang apa saja. Walaupun mungkin mimpi kita berbeda, tapi percaya
ada seorang perempuan yang selalu mendoakan kamu dan masih berharap ada
sebuah rumah untuk kita tinggali berdua.

Perempuan yang suka
marah-marah ketika keinginannya tidak di dapatkan. Perempuan yang suka
bergadang hanya untuk menonton film berjam-jam. Perempuan yang jarang
pulang (mungkin) dan dianggap lebih suka dolan. Perempuan yang memilih
berkali-kali membeli ransel daripada membeli tas tangan. Perempuan yang
lebih suka ke pantai dari pada mall dan selalu merengek meminta
dibelikan sandal gunung.

Baiklah Ndik. Semoga hari-hari mu
bahagia, tentu hari-hari saya juga. Selamat Ulang Tahun. Semoga Tuhan
selalu memberikan keberkahan kepada hidupmu.

Saya Ndik. Perempuan yang sudah kamu pilih dan memilih untuk bersama dan selalu mendoakan kamu

Selamat Ulang tahun Ndik….. semoga Allah selalu memberikan keberkahan
kepada kamu. Memberi banyak rejeki. Memberikan kebahagian dan semuanya
yang terbaik untuk kamu.

Banyuwangi, 27 Oktober 2014

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *