Uncategorized

SELAMAT NATAL : BANYUWANGI 2014

Gua Maria yang terbuat dari 2000 an botol bekas di Gereja Maria Ratu Damai Banyuwangi
 
Kawan
Kristiani saya berkata, “Raa jika kamu tidak ingin mengucapkan selamat
natal kepadaku, aku akan tetap berteman dengan kamu”

Saya memeluknya dan mengatakan, “Selamat natal buat kamu. Buat mama mu buat keluarga mu”

“Kamu tidak takut berdosa”
“Dosa ya? biar saja bahkan saya siap dianggap kafir hanya karena mengucapkan Natal semacam ini ke kamu,” kata saya tersenyum.

“Tuhan tidak perlu di bela Mengucapkan selamat natal ke kamu juga tidak
akan mengurangi keimanan pada Tuhan ku,” kata ku sambil memberikan
segelas kopi kepadanya. Kami berdua tertawa bersama. Pembicaraan berubah
tentang rencana kami di tahun 2015 nanti.

Maka terbayang saya
yang duduk di bangku di bagian belakang ketika salah satu kakek saya
memimpin misa di sebuah gereja. Ketika otak saya menyerapnya secara
kuat. Ketika beliau membelikan saya sekantung permen di hari lebaran.
Lalu kami duduk satu meja sambil bercerita tentang Sukowidi di jaman
dulu.

Tentang sebuah perayan Waisak dan saya ikut duduk diam di
depan sebuah Wihara di Desa Candi. Ketika saya mundur menjauh dan jauh
sekali saat seorang Bikhu berdoa di Borobudur dan mengatakan dalam hati
saya bahwa mereka bukan tontonan. Memasukkan kamera dan memilih balik
kanan.

Saya menyakini banyak cara manusia berkomunikasi dengan Tuhan nya. Pelangi itu indah karena terdiri dari banyak warna

Selamat Natal untuk kawan-kawan yang merayakan.Semoga Tuhan memberkati kalian.

“Foto tersebut saya ambil sebelum misa malam di 24 Desember 2014 ketika pihak Polres Banyuwangi
melakukan penyisiran di Gereja Maria Ratu Damai. Miniatur Goa Maria
tersebut terbuat dari botol plastik bekas. Buat saya itu indah
sekali……”

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *