Uncategorized

SELAMAT MENEMUI RAMADHAN DENGAN BAHAGIA

Bersih
Setiap tahun, 2 minggu sebelum Ramadhan, masyarakat Cungking punya tradisi mencuci dan mengganti kain kafan berwarna putih sepanjang 110.75 meter. Secara bergotong royong mereka membawa kain kain tersebut ke Dam Krambatan Banyu Gulung yang berada di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Giri dengan berjalan kaki. Menjemurnya bersama sama dan tidak boleh terkena tanah. Tidak boleh terkotori lagi. Setelah kering, kain yang rusak diganti dengan yang baru kemudian di pendam di dalam tanah.
Dan tradisi tersebut berjalan ratusan tahun. Sebagai bentuk penghormatan kepada Buyut Cungking atau dikenal dengan Ki Buyut Wongso Karyo yang diperkirakan hidup pada tahun 1536-1580.
Buyut Cungking dipercaya sebagai orang sakti dan penasehat Prabu Tawangalun pada masa kerajaan Blambangan sebagai cikal bakal Kabupaten Banyuwangi.
Resik Lawon adalah simbol dari masa lalu yang masih di rawat hingga hari ini di jelang Ramadhan. Ramadhan bukan hanya sekedar tidak makan, tidak minum dan tidak melakukan hubungan seksual. Semacam resik lawon, Ramadhan adalah saat “membersihkan”, “memaafkan”, “mengganti” menjadi lebih baik lagi.
Selamat menemui Ramadhan dengan bahagia
Foto Iraa Rachmawati.
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *