Uncategorized

SELAMAT JALAN BANG “MAHAR”

Bang “Mahar” aku patah hati saat tahu kamu pergi.

Kamu tahu bang? saya jatuh cinta sama kamu sejak membaca “Laskar
Pelangi”. Dan kamu tiba-tiba saja muncul di versi film. Aku suka melihat
potongan adegan mu saat mendengarkan radio atau saat kamu menjemur
batrai di atas atap.

Bang Mahar, kegilaanmu benar-benar benar membuat aku jatuh cinta. Apalagi saat kamu menyanyi lagu Melayu “Seroja”. Oh Bang.
Saya sering memutarnya berulang ulang dan pernah menjadikan nada dering
di handphone ku. Aku pikir lagu yang dibawakan Jamal Abdillah itu lebih
keren di bawakan kamu.

Iya kamu yang sedang menghibur sahabatmu Ikal saat patah hati pada A Ling.


“Mari menyusun seroja bunga seroja
Hiasan Sanggul rmaja putri remaja

Rupa yang elok dimanja jangan dimanja
Pujalah ia oh saja sekedar saja

Mengapa kau bermenung ooh adik berhati bingung
Mengapa kok bermenung oh adik berhati bingung
Janganlah engkau percaya dengan asmara
Janganlah engkau percaya dengan asmara”

Ah Bang Mahar. Menyanyikan dan memutar video kamu membuat aku semakin
patah hati dan bersedih. Kamu sudah pergi dan aku kehilangan sekali.

Mungkin kamu saat ini sedang bernyanyi bersama bidadari di surga.
Padahal aku berharap nanti bisa mendengarkan suara kamu versi dewasa.
Menyanyikan lagu lagu Melayu dan membuat lagu Melayu menjadi lagu
favorit yang layak diputar di radio.

Bang Mahar semoga kamu damai di surga. Segala rasa sakit sudah selesai kan? suara mu abadi di handphone aku.
—————–

Catatan ini saya buat untuk Veris Yamarno pemeran Mahar di Film Laskar Pelangi.

Tokoh yang pernah saya otak atik dengan teori kajian sosiologis jaman
masih kuliah dulu. Tokoh yang membuat saya jatuh cinta selain tokoh
utama Ikal dan Bus Muslimah.

Semacam tokoh Mahar, aku juga senang mendengarkan radio dan lagu melayu

Al Fatihah untuk Bang Mahar

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *