Uncategorized

SECOND WIFE MONOLOGH

(wanita masuk kepanggung / memakai pakaian kerja // Duduk di kursi sambil kelelahan/)
Aku wanita baik-baik // Bukan wanita murahan yang menjajakan cinta di pinggir jalan // Tapi …? Siapa yang bisa mengerti aku // Aku lelah……/ memutuskan menjadi istri kedua / merupakan proses yang panjang // Mulai dari melarikan diri dari rumah / gonta ganti kamar kost / sampai tudingan wanita sundal / pengganggu suami orang // Halah……tau apa mereka tentang diri aku// Apa mereka takut suami mereka akan beralih padaku// Apalagi dengan penampilanku seperti ini // Ibu-ibu rumah tangga hanya menuntut suami / pergi / bekerja / pulang dan bawa uang // Aku jadi ingat lagu yang sering dinyanyikan tetanggaku / saat aku masih tinggal di perkampungan kumuh//
Ayah pulang…bawa uang……buat adik makan-makan

Aku memutuskan menjadi istri kedua / bukan karena kekurangan materi // Catat itu // Memang…./ streotipe istri kedua adalah ingin menjadi lebih kaya / lebih makmur// Tapi itu bukan aku// Penghasilanku satu bulan sudah cukup / bahkan lebih dari cukup untuk memenuhi kehidupanku sehari-hari // Membeli handphone dual system / tanpa harus menggunakan CDMA dan GSM // Rumahku juga tidak jelek-jelek banget // Bahkan masuk dalam kategori mewah // Banyak yang mengira aku wanita simpanan// Ah…./ mereka memang bodoh / tidak mampu dan bisa membedakan wanita simpanan dan istri kedua// Yang penting….suamiku akan datang sesaat lagi //
(handphone bunyi……)
Hallo…….iya saya sendiri // Ada apa ?// Oh masalah berita yang aku tulis tadi?// Kamu kan seharusnya tahu ?// Kalau ada yang komplain masalah berita / beri hak jawab dong // Gitu aja kok nggak tau!!! / Gila kamu…… ini udah jam berapa ?// Aku sudah seharian dikantor // Masak aku harus balik lagi kekantor // Tolong berikan nomer handphoneku saja // Nanti kalau dia komplain / bisa langsung menemui aku// Ya udah……jangan lupa catat nomer handphone dia / biar nanti aku telpon balik// Aku ada agenda penting saat ini//
Dia suamiku / namanya Janoko / dalam dunia pewayangan Janoko adalah tokoh pewayangan / yang pintar memikat hati perempuan // Tapi beda dengan janokoku // Dia tidak pandai merayu / bahkan dia terkesan takut saat didekati wanita // Dia menikahiku / karena istrinya terkena kanker rahim // Padahal dia dan istrinya masih muda / belum 35 tahun/ Mungkin karena kasihan melihat suaminya / dan tidak bisa memberikan pelayanan biologis / Rita melamar aku // Aku selalu tertawa bila ingat itu//
Rita datang tiba-tiba ke kantorku // Dengan kata-kata yang tegas dan lembut / dia memintaku agar menjadi istri kedua suaminya // Kebodohan apa / Padahal sebelumnya aku sama sekali tidak kenal // hanya tahu bahwa Janoko / adalah salah satu nara sumberku// Rita hanya berkata / bahwa dia melihat sosok yang berbeda pada diriku/ saat aku mewawancarai suaminya / dirumah mereka// dua bulan / hingg akhirnya aku memutuskan menerima lamaran rita / untuk suaminya// Hal tergila yang pernah aku lakukan // Tidak pernah mencintai / dan malas kenal dengan laki-laki // Tapi akhirnya menikah juga……………….// Ya….hanya demi seorang wanita// Aku mau menjadi istri kedua// Tapi apa iya / aku harus berkata satu persatu pada setiap orang yang bertemu dengan ku // Persetan dengan apa yang mereka pikirkan tentang aku//
Kenapa aku merasa lelah ya….// (melihat foto) // Seakan-akan aku baru saja melakukan perjalanan panjang // Entah apa yang aku pikirkan saat aku menikah dengan dia// Hanya ketenangan yang aku temukan / saat menatap dua telaga yang terletak tepat dibawah baris alis yang tidak rapi itu// Aku temukan tatapan ayahku yang hilang / lebih dari 20 tahun yang lalu// Aku mencintainya tanpa syarat // Sebagai wanita dalam posisiku / tidak aman jika harus hidup sendiri// Apa salah aku menerima lamarannya / kalau laki-laki itu berniat baik dan bisa melindungiku// Prinsip / aku tidak mau mengganggu sekaligus tidak diganggu// Tapi dengan statusku / apakah aku tidak mengganggu keluarganya?// Aku tidak ingin gara-gara aku / dia menceraikan istrinya// walapun istrinya yang melamarku //Tapi apa semua orang akan setuju/ dan menerima alasan ini?//
Entah…perasaanku tidak tenang // Ada apa? // (peluk foto)
Digelap malam…..kita kan bertemu / menghindari bayangan / yang tak mau mengerti // Digelap malam ….kita sepasang bayangan / tapi cinta yang kau beri / sinari jiwaku//
(mebetulkan tempat tidur)
Aku paling benci / jika malam datang // Karena inilah saat – saat yang paling berat bagiku// Kalau dipagi hari dan siang hari / aku mungkin bisa mengesampingkan kepedihan dan kekesalan hatiku / dengan menyibukkan diri dengan beritaku// Namun malam hari / aku paling tidakberdaya// mengusir perasaan-perasaan yang menekan // Begitu malam / biasanya bapak atau ibu pulang kerumah masing-masing / untuk berkumpul dengan keluarganya // Tapi aku…./ Aku merasa ketinggalan / seperti seorang pemain komedi yang tertinggal disebuah panggung yang kosong // Sementara lampu mati satu persatu // Tertinggal tanpa punya tempat yang bisa didatangi/ tanpa tahu apa yang harus dikerjakan / kecuali menunggu / menunggu datangnya pagi // Menunggu datangnya pemain-pemain lain kembali ke atas panggung keesokan harinya//
(membaca SMS)
Tuhan……kapan suamiku pulang // Kenapa aku tiba-tiba kangen sekali pada dia// Dia suamiku yang sah / bukan hanya dalam pandangan agama / tapi juga sah dalam pandangan agama // Apa sekarang dia sedang berkumpul bersama rita / dan anak-anaknya // Apakah ini sebuah keadilan // Surat An-nisa ayat 3 berbunyi / Maka kawinilah wanita-wanita lain yang kamu sukai / dua / tiga / atau empat// Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil maka kawinilah seorang saja// Tapi mereka semua yang menggunakan ayat tuhan sbagai alasan lupa / pada pada ayat setelahnya / termasuk juga mereka // tapi dalam Al Qur’an surah An Nisaa (4) : 129 dinyatakan : “ Kamu tidak akan dapat berlaku adil terhadap para istrimu, walau kamu sangat ingin berbuat demikian”// Ayat suci yang terlupakan // Seharusnya mereka-mereka tahu tentang keberadaan ayat ini // Jangan hanya diambil enaknya saja//
Keadilan macam apa yang harus ada diantara 2 wanita dan 1 laki-laki.// Keadilan tidak dalam bentuk, / misalnya tiga hari dirumah istri pertama / 3 hari dirumah istri kedua// Keadilan tergantung pada kebijakan sang suami dalam mengatur dan membahagiakan istri-istrinya// Apakah suamiku sudah berbuat adil?// Hatiku berkata iya / dia sudah bersikap adil// Status bersuami mungkin lebih baik dari pada seorang lajang / jika dalam posisiku yang saat ini aku jalani// Dengan posisi bersuami / tidak ada lagi sms iseng yang berani membayar lebih untuk tubuhku// Dalam hal materi aku tidak menuntut / karena aku sanggup untuk menyukupi kebutuhanku sendiri // Tapi daeri segi hati? // Lalu apa alasanku untuk menjadi istri kedua? Ketenangankah? Aku sendiri tak memahami jalan pilihanku.
(hidupkan radio …..beranjak untuk segera tidur / dengarkan musik // orang bersiaran dengan tema istri kedua / ganti-ganti lagu semuanya bertema dengan selingkuh/
Gila…….semua gila // Kenapa sih semua orang sibuk dengan pembicaraan poligami // Padahal istilah yang mereka gunakan semua salah besar // selama ini poligami identik / dengan seorang laki-laki dengan banyak istri// dan poliandri adalah sebaliknya // padahal poligini merupakan istilah yang lebih tepat untuk seorang laki-laki dengan banyak istri // istilah poligami sendiri mencakup poligini dan poliandri // sayang, heboh “poligami” aa gym malah makin memperkuat salah kaprah tersebut//
Orang sering bilang // Daripada zina, lebih baik poligami// Pertanyaannya / Mengapa / poligami dibandingkan dengan zina / yang jelas-jelas salah dan dosa ? // Bandingkan donk poligami dengan monogamy// Ini ibarat orang tua ditanya / mengapa pukul anaknya yang nakal / dan dia menjawab: Daripada saya bunuh !// Orang yang bodoh
Saya sering bertanya Pengertian adil itu apa ? / Sama rata / sama rasa / sama-sama ? // Kalau itu ukurannya / maka : nggak makan satu / nggak makan semua / kelaparan satu kelaparan semua, itu sudah memenuhi kreteria adil// Tapi apakah rumah tangga macam ini membahagiakan.
Sehruanya pria pelaku poligami / harusnya dapat lebih secara jujur / mengakui bahwa ia jatuh cinta lagi / bahwa ia mencintai dirinya sendiri, bahwa kadar cinta kepada anak dan istri pertamanya / memang sudah berkurang // Ngaku gitu aja koq repot // Tapi apakah hukum ini juga berlaku ? // Bukankah aku juga bisa mneolak lamaran rita dan membatalkan pernikahanku dengan Janoko// Ah….mungkin itu dulu tapi sekarang Kontekstual masalahku sangat berbeda//
Janganlah mengaku-ngaku karena Allah / sunnah rasul / ingin menolong, mengangkat derajat wanita // Kalau ingin menolong / ya tolong aja// Kenapa harus dikawini// Kalau mau angkat derajat wanita / ya angkat aja// Kenapa harus dikawini// Ops….jika aku berbicara seperti ini // Bagaimana denganku//
Dan jika banyak yang menggunakan alasan sunah rosul // Pikir dong !!!! tentang rasul dan para nabi / mereka tidak dapat dijadikan ukuran// Mereka adalah orang-orang yang terjaga hati dan perbuatannya// Nabi Muhammad / beliau panutanku / mengawini Khadijah ketika beliau masih berumur 25 tahun / sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun / Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW//Suami pertama Khadijah / Aby Haleh Al Tamimy // dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy / keduanya sudah meninggal / sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda // Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah / Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi / yaitu pada umur 40 tahun// Khadijah meninggal pada bebarengan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain // Dan rata-rata perempuan yang dinikahi rosul / adalaj janda tua / dari para prajurit perang// Tidak seperti alasan poligami yang dilakukan sekarang /// Jika dalam ajaran islam / ada poligami // Dalam ajaran agama hindu disebut / tresna / atau treshna brahmacari// Ajaran itu mengandung arti / boleh menikah lebih dari satu kali / maksimal empat kali // Tapi dengan alasan tertentu/ Misalnya karena tak punya keturunan dari istri pertamanya / atau karena sakit / dan yang lainnya// Selama alasannya untuk dharma / tak masalah// Ingat, menikah itu bukan sekedar pemenuhan nafsu // Hubungan seks menurut Hindu itu adalah hal yang sacral / jadi tak sembarang orang bisa menikah seenaknya //
Ah……aku sendiri bingung // sebenarnya aku tidak sepakat dengan poligami / tapi kenapa aku menjadi istri kedua//
Alasanku …..aku hanya mencari ketenangan // Ketenangan saat aku melihat wajahnya // Persis ayahku// Ah……aku tak mau lagi mengingat ayah// Dia sudah pergi / bahkan saat aku belum mengenal bau tubuhnya / dan ujung tangannya//
Kenapa dia belum datang juga !!! // Padahal aku sudah menyiapkan semua / untuk menyambut kedatangannya //
Ini adalah gaun tidur yang dia belikan saat pertama kali untukku // Tapi aku yakin ….. istrinya yang membelikannya untukku // Karena rita tahu / aku suka sekali dengan warna merah // Kemana dia……tiap malam aku selalu bayangkan tiba-tiba dia sudah berada didepan pintu / memeluk dan menciumku // Ah….mesra sekali // Apalagi hari ini sudah janji datang // Apakah mungkin dia sedang bersama perempuan lain…..??// Ah …..nggak mungkin / dia suami yang baik // Dia selalu bisa berbuat adil //
Bukankah aku cantik // Apalagi dengan gaun ini // Aku terlihat sangat muda // Bibirku juga masih seksi // Badanku masih kencang // Malah terlihat sedikit montok // betul-betul menggairahkan // Dengan cara penampilan seperti ini / seharusnya aku bisa lebih bukan hanya jadi istri kedua // Banyak yang membicarakan perasaan istri pertama // Tapi apa iya ada yang Tanya gimana perasaan dan alasan menjadi istri kedua // Seperti halnya pandawa dan kurawa // Semua selalu melihat Kunti sebagai ibu suci yang melahirkan para pandawa / Dan drupadi / sebagai ibu yang buruk / karena melahirkan para pandawa // Tapi …../ hanya bagian kecil yang menyadari / kalau kunti /ibu para pandawa / pernah selingkuh dengan dewa surya / hingga lahir si bayi karma / dari telinga dan dibuang disungai gangga / Hanya untuk menjaga sebuah kesucian / dan egoisme // apakah itu ibu yang baik?// Lalu ….pernahkah ada yang mengerti / bagaimana kesetiaan drupadi / Bersedia menutup mata / karena setia pada suaminya yang buta// Pernahkah ada yang bertanya / bagaimana perasaan drupadi / seorang ibu yang setiap hari menangis / karena satu-satu anaknya mati pada perang antara kurawa dan pandawa// Keegoisan yang terus di agungkan seisi umat manusia//

(bersikap khawatir) (suara telpon)
Apa mas………mas kan sudah janji datang sekarang // Nggak bisa dong mas……aku sudah menyempatkan diri untuk meninggalkan tugasku di kantor // Apalagi kita jarang punya waktu untuk berdua // Apa lagi alasan kamu // Putri sakit……badminton ………/ lembur atau alasan istrimu yang sedang sakit // Hei……ingat / bukan aku yang mulai permainan ini // Istrimu yang melamarkan aku untuk kamu // Iya ……aku tahu kalau kamu selalu benci / jika aku mengungkit awal pernikahan kita // Tapi apa iya / kamu dan istrimu / bisa mengerti perasaanku // Semua orang bilang kasian rita / dia sudah dimadu // Apa lagi madu dia seorang wartawan / seharusnya lebih ngerti dong/ Woi……kata-kata itu sudah merendahkan pekerjaanku yang sudah aku pupuk selama bertahun –tahun // Dan mas perlu ingat / aku tidak pernah meminta hak ku sebagai istri kepadamu / termasuk meminta sebagian gaji kamu // Tapi ini nggak berarti / kamu bisa mempermainkan perasanku // Semuanya hanya kasihan pada istrimu // aku jadi berprasangka / jangan-jangan istrimu melamarku hanya untuk meraih simpati// Ok……aku bisa menerima alasanmu yang satu ini // Rita sakit ……aku ngerti // Dan aku juga harap kamu mau ngerti jika sekarang juga aku kirim pengacaraku untuk mengurusi surat cerai // Sudah cukup buat aku / buat kamu / buat rita dan juga buat keluargaku keluargamu / dan buat seluruh dunia// Biar sema tahu……yang nama nya poligami / kapanpun dan diujung dunia manapun / tidak pernaha ada baiknya // Dan yang paling penting aku tidak perlu menjawab / status perkawinanku // Karena aku selalu bilang / I ‘am second wife !!! “Ma…., may Allah bless you and your family. Be strong, many challenges lay ahead in front of you”,// Sory……..
Aku benci …….. aku benci hidup ini ……. Mas……maafkan aku // Rita …..aku tidak bisa memenuhi janjimu untuk menemani suamimu // Aku lelah selalu bangga dengan statusku / sebagai second wife // Mungkin aku dul yang harus pergi bukan kamu // Karena penyakitku beda dengan penyakitku // Perasaanku yang saat ini sedang sakit // Kamu sudah membuka jalanku menuju Tuhan // Bu……maafkan aku ya /// Aku pergi dulu / aku mau menyusul ayah // Mungkin ayah / satu-satunya lelaki yang sayang dan mengerti aku//
Maafkan ku harus pergi ku tak suka dengan ini
Aku tak bodoh seperti kekasihmu yang lain ……
Terimakasih oh tuhan ….tunjukkan siapa dia …..
Maaf kita putus so thank you so much….
I am sori god bye……
Hanya aku dan tuhan yang dapat mengerti makna sebuah keadilan//

(Pementasan monolog desember 2008)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *