Catatan

Sayang. Jangan khawatir. Masih ada aku

Kamu tau semalam Sri Tanjung berbisik apa kepada ku?. 
“Raa, tahu kah kamu jika sebenarnya saya juga jatuh cinta pada Raja Sulakrama? tapi saya tahu diri Raa. Jika saya adalah istri Sidopekso. Jika saya mengatakan saya jatuh cinta, maka sejarah akan berubah. Saya hanya perempuan biasa Raa, untuk belajar menyimpan cinta dan setia”
Aku memicingkan mata yang masih setengah mengantuk.
Sri tanjung melepas selendang merahnya. Heii selendang itu sama dengan selendang Sang Putri Gunung Ledang yang aku temui di tanah Malaka.
Ia memasangkan di leherku, “Pergi Raa. Terbang lah. Menarilah bersama dengan mimpi mimpiku. Bukan semacam saya yang hanya diam dalam keputren dan mati dengan darah yang wangi. Karena saya telah menghentikan mimpi saya.
Jangan pernah berhenti bermimpi. Menari… menarilah dengan caramu”
Senja di Banyuwangi selalu datang lebih cepat. Mataku masih berat.
Sayang. Selamat sore. Jangan khawatir. Masih ada aku.
Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *