Uncategorized

SAYA SUKA, ITU SAJA …….

Saya suka itu saja……. Saya suka senyum mu. Saya suka cara mu berbicara. Saya suka cara mu memicingkan mata. Saya suka cara kamu berjalan. Saya suka cara kamu menjinjit saat merasa kamu kurang tinggi. Saya suka cara kamu mememiringkan kepala, menggerakkan leher kamu. Saya suka melihat tertawa lebar mu.

Iya saya suka … itu saja.

Saya suka…. seperti suka saya pada kupu-kupu yang terbang. Dia lebih indah bebas di alam liar dari pada saya tangkap, lalu saya kurung dalam toples. Memang, dalam toples kupu-kupu itu hanya milik saya. Tapi bukankah yang dinamakan kupu-kupu itu adalah yang terbang di taman, dengan bebas, dengan sayap-sayapnya yang indah. Kalau kupu-kup[u dalam toples, itu namanya kupu-kupu mati.

Saya suka, seperti saya suka berlama-lama duduk di sebuah taman dengan air mancur di tengahnya. Membiarkan satu ada dua titik air membasahi pipi saya. Merah merona. Iya saya tergagap-gagap. Kehabisan kalima-kalimat panjang yang biasanya keluar dengan mudah dari tenggorokannya.

“Lagi kehabisan suara … abis konser”, alasan klise.

Kamu mengatakan saya orang baik. Dan saya juga mengatakan kamu adalah laki-laki yang sangat baik.

Itu saya suka….. karena banyak yang mengatakan saya bodoh atau tolol dengan semua apa yang telah saya kerjakan.

 Saya suka, itu saja…… tidak lebih.

“Maaf kan saya telah menulis kamu dalam catatan-catatan saya”

“Kan hanya sekedar intermezo”, katamu sambil tersenyum.

Saya balik kanan sambil cengar cengir sendiri, membodoh-bodohkan diri saya. Kenapa harus terlalu jujur mengatakannya.Diam saja sudah cukup kan?

Biar sajalah lah …. saya akan menikmati dia dengan tulisan saya. Tulisan-tulisan baru saya. Karena saya terlalalu lelah menulis hal-hal yang tidak jelas.

Sebentar Raa…. bukan kah dia juga tidak jelas

ah … tiba-tiba saya suka melihat kamu.  Diam… diam…. diam….. Ssssstttt…….. jangan lagi beri tahu dia kalau dia adalah tokoh dalam tulisan ini. Nanti… iya nanti… dia juga akan tau.

Karena dia kupu-kupu……….. dia bukan milikmu . Biarkan dia terbang bebas dan liar …….

Saya selalu suka siluet wajah kamu diantara gelap dan cahaya laptopmu. Tapi saya tidak punya keberanian lagi untuk duduk manis di kursi saya. Berdiri sambil menelangkupkan tangan di dada.
Saya menikmati mu dari balik pintu……….

Tiba-tiba saya merasa malu padamu ………

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *