Uncategorized

SAYA GALAU ? Ahhhhhhh……..TIDAK LAGI

Sesore ini saya sudah bisa tersenyum. Ya….bener-bener. Rasanya kenyang tanpa makan.

Hampir
1 minggu ini otak saya tegang. Benar-benar tegang. Bukan karena
pekerjaan, bukan karena masalah pribadi saya. Tapi seperti yang pernah
saya tulis sebelumnya. Galau karena SEMINAR INTERNASIONAL DAN FESTIVAL TRADISI LISAN VIII & REVITALISASI BUDAYA MELAYU III. Saya hanya berpikir saya harus ikut, paling tidak mencoba mengirimkan abstraksi saya tentang tradisi lisan Banyuwangi.

“Kenapa Banyuwangi Nda? Kenapa bukan Melayu? Bukankah kamu sekarang di Batam”

“Karena Nda besar di budya Banyuwangi. Kalu Nda ikut kan dapat dua-duanya, karena di sana juga ada revitalisasi budaya Melayu”

Kamu menganggukkan kepala, menyetujuinya

Saya
berpikir tentang tradisi lisan yang ada di Banyuwangi. Basanan?
Wangsalan? Bisa di bantai habis saya. Secara Tanjung Pinang tempat acara
adalah kota Pantun. Sedangkan membuat pantun, wangsalan, basanan, saya
butuh waktu 1 jam untuk 4 baris. Awalnya saya berniat untuk menulis
tradisi lisan tentang Mocoan Lontar Yusuf, di desa Kemiren. Tapi sahabat
saya Ika Ningtyas protes.

“Untuk wawancara langsung
lama Raa. Apalagi kalau via telpon. Apalagi ada dua buku tebal yang
harus kamu kaji. Emang ada waktu? Sudahlah ambil yang kamu bisa. Mantra
Santet Jaran Goyang. Bukankah kamu ahli dalam hal itu?. Lagian mocoan
kan tidak hanya ada di Banyuwangi tapi di semua wilayah Jawa ada.
Efesien waktu Raa”.

Saya membenarkan usulan Ika. Dan
kembali menulis kembali tentang Santet Jaran Goyang, sebuah tulisan yang
pernah saya buat saat Lomba Karya Tulis Mahasiswa hampir di atas 5
tahun yang lalu. Saya ingat pernah menulisnya di blog.

Saat
saya searching di internet saya menemukan fakta yang mengejutkan bahwa
semuanya men-copy paste tulisan saya yang pernah saya kirim via email ke
sahabat junalis saya. Persis …bahkan gilanya lagi ada yang mencantumkan
nomer hp untuk praktek ilmu itu di blog nya. Oh tidaaakk…………..! serasa
berdarah-darah.


“Tulisan Nda di copy paste yah”

“Itulah dunia maya Nda…sudahlah……itu tandanya tulisan mu di butuhkan orang lain”

“Tapi ada yang menyertakan nomer hp di bawah copy paste tulisan Nda. Apa dipikir Nda dukun”

“Sudah di hubungi nomer telponnya?”

“Nggk aktif……”

Ah….tapi
saya tidak peduli lagi dengan copy paste article saya. Yang terpenting 
saya sudah menyelesaikannya sore ini. Mau tau judulnya? Sama dengan
artikel saya beberapa tahun yang lalu. Mantra Santet Jaran Goyang, Aktualisasi Dendam Masyarakat Using Kabupaten Banyuwangi.

Ya…saya hanya akan menulis apa  yang ingin saya tulis. Dan saa berhasil menulis apa yang ingin saya tulis.

“Cek dulu tulisanmu. Kebiasaan buruk. Pasti ada huruf yang kurang, kalimat yang nggk lengkap”

Saya nyengir kuda. Saya pastikan semua hurufnya tidak kurang sayang…..

Setelah
saya mengirimkan abstraksi saya ke Jakarta, saya berusaha menghubungi
panitia lokal Dinas Pariwisata Kota Tanjung Pinang.

“Mbak
Ira…….semoga tulisannya di setujui dengan Asosiasi Tradisi Lisan
Jakarta ya. Kalau nggk nanti nama Mbka Ira di masukkan ke undangan
budayawan Lokal dari Tanjung Pinang. Tapi ya itu tadi tidak ada
akomodasi penginapan, karena budayawan lokal kan rumahnya ada di sini
semua. Untuk konsums di tanggung penyelenggara. Nggk apa-apa kan? Mbak
Ira di Batam kan?”

“Iya pak saya di Batam . Nggk apa-apa Pak…….nanti saya bisa cari penginapan sendiri”

“Makasih ya mbak atas apresiasinya”

Saya
menutup telpon dan mengepalkan tangan saya.
Yiiihhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………..Walaupun belum pasti tapi paling tidak
itu adalah angin segar untuk saya.Saya berpikir tidak masalah saya
tidur di hotel kecil. Bukankah sudah terbiasa menjadi backpaker?

Sore ini saya menulis catatan saya tanpa beban. Rasanya mengalir seperti air mengalir. Tinggal menunggu waktu saja.

Membayangkan
wajahmu tersenyum. Hei Dear…… terimakasih kamu selalu menyemangati
saya. Membuat saya kembali percaya diri dalam kegalauan saya.

“Liat muka kamu yang tegang buat saya nggak tega Nda. Sini……”. Kamu merentangkan tangan kamu senja itu.

Saya
memeluk kamu dan meletakkan kepala di dada kamu.  “Terimakasih mengurai
ketegangan saya”. Dan kita tertawa terbahak-bahak sat menyadari betapa
bodohnya kita.

: dear…..saya galau? Tidak lagi.
Terimakasih sudah menemani saya hingga detik ini, dengan cara kamu
sendiri yang terkadang membuat saya terheran-heran.

Saya
ingat saat saya ingin bercerita tentang ini kepada kamu terpotong, 
karena kamu sibuk menerima telpon. Dan saya memilih menghabiskan
potongan kue dan segelas teh tarik sore itu.
“Nggk apa-apa sesekali Ngopi Nda….”
“Telat…..aku sudah pesan teh tarik panas”
Batam indah sore ini,
Serumpun Radio, 4 Maret 2012 (saat kehilangan jaringan internet di rumah Baloi)
Tagged

2 thoughts on “SAYA GALAU ? Ahhhhhhh……..TIDAK LAGI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *