Uncategorized

SAYA BENCI MALAM

Saya benci malam hari. Saat semua orang menyelesaikan tugasnya masing-masing dan mereka sibuk untuk mempersiapkan diri untuk pulang ke sebuah tempat yang disebut rumah.
Saya mulai membenci saat matahari sudah mulai mengelincir di telan malam. 
Malam bagi seorang anak adalah saat ia berganyut manja pada lengan ayahnya. Ata menyandarkan kepalanya pada dada ibunya. Sambil bercerita tentang permennya yang jatuh atau menunjukkan hasil ulangannya yang mendapatkan angka 100. 
Bagi seorang istri. Malam adalah saat yang dinanti. Memanaskan makanan dan membuatkan secangkir teh hangat untuk suaminya. Dan menikmati makan malam walau hanya satu potong ayam untuk berdua.
Bagi seorang suami. Malam adalah saat beristirahat. Saat menikmati wajah istri dan celotehan anak-anak yang mengajaknya untuk membuat tenda di atas tempat tidur. 

Dan bagi sebuah keluarga, malam adalah saat terindah menikmati sebuah kebersaan yang bernama kehangatan.
Malam adalah saat sang kekasih mengajaknya makan malam di sebuah tempat romantis atau sekedar berkencan di pinggir pantai smabil menikmati jagung bakar. Sambil bercerita tentang masa depan. Saling berpeluk dan saling mengatakan bahwa mereka tidak mau di pisahkan
Tapi tidak bagi saya. Malam adalah sesuatu yang membunuh. Sesuatu yang memisahkan. Saat orang lain sibuk dengan keluarga nya. Aku masih menenggelamkan diri dalam catatan-catatan dan buku-bukuku. Mengalihkan semuanya pda layar laptopku. Kau tau….ini adalah pelarian terindah ku. 
Malam adalah sebuah pisau yang siap untuk menghakimiku. Menyalahkan aku. Dan malam-malam terus menghantuiku. Membuatku menjadi seorang Insomnia sejati. Ah…kasian kamu sayang…..semoga kamu bertahan….
Malam adalah saatnya aku berbicara pada Tuhan tentang diriku dan mimpiku. Aku berteriakk pada Tuhan. Mengiba. Bahkan terkadang aku memaki Tuhan walaupun akhirnya aku harus kalah dan bersimpuh bahwa aku hanyalah hamba yang bukan siapa-sapa
Malam bagi saya hanyalah sekedar waktu memejamkan mata saya walaupun hati saya tidak pernah tertidur. Menyembunyikan diri dan berusaha menyamankan diri di balik selimut. Menikmati tik tok tik tok jam dinding dan aku selalu berharap agar ia segera berpindah di angka 5 agar aku bisa segera bangun dan kembali lagi menyambut pagi.
Seperti malam ini.  Saat semua sudah asyik bergelung dengan kehangatan keluarga masing-masing. Saya masih harus berkutat dengan catatan-catatan kecil saya. Catatan yang membuat saya berbesar hati bahwa saya masih bisa menulis menulis dan menulis. Ketika saya hanya bisa jujur lewat tulisan-tulisan saya. 
My Dear: saya selesaikan catatan kecil saya ini jam 12 malam tepat di kursi studio. 3 Jam saya menunggu kamu.Seperti janjimu. Berjarap kau muncul membuka pintu dan menggenggam jemariku dan berkata, “Kamu nggak sendiri dek”. Dan aku ingin menangis dipelukmu. Saat aku harus berkata bahwa aku harus bisa berdiri sendiri di atas kedua kakiku. Tanpa kamu. Maafkan aku…….yang tidak bisa pernah mengerti kamu
Batam: 15 Juli 2011 : 00.25
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *