Uncategorized

SAAT PUISI CINTAKU MENJADI SEBUAH CINTA

Kembali lagi aku merasa di atas angin dan menemukan sebuah dunia maya yang sangat indah. Saat  Mars to Venus mengadakan lomba puisi cinta pada hari kasih sayang lalu. Sempat aku sedikit mundur dengan alasan sederhana aku tidak merayakan hari hasih sayang. Namun jujur disisi lain ada dorongan kuat yang memaksaku untuk menulis sebuah puisi karena aku ingin berada dalam satu titik saat tulisanku ”terapresiasikan” dan ”tersanding”dengan beberapa tulisan yang lain. Bukan niat berkompetisi namun sejauh mana kemampuan ku untuk merangkai kata. 
Bukan kali ini saja aku mengikuti lomba penulisan puisi. Sudah sering beberapa tulisanku ada di dunia nyata dan berhasil berada di beberapa peringkat. Bahkan beberapa kali aku harus duduk di sebuah meja untuk memilih beberapa puisi. Tapi benar apa kata Venus to Mars. Tak ada kriteria khusus untuk menentukan sang pemenang. Puisi itu adalah sebuah budaya. Hasil cipta, karsa dan rasa yang muncul dari manusia. Puisi itu adalah sebuah karya yang membutuhkan ”taste”. Seperti prinsip yang aku pegang saat membaca sebuah puisi. Puisi itu polyintepertable (aku bingung….bener nggak ya nulisnya). Mempunyai banyak mana. Terserah kita mengapresiasikannya. Hanya saja! Alhamdulilah…..aku diberi sedikit kelebihan oleh Tuhan untuk melihat sebuah tulisan apakah dipaksakan atau memang lahir dari jiwa terdalam. Kelebihan ini baru aku sadari setelah aku membaca tulisan beberapa teman (bukan hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya dan sedkit mendiskusikanya) semakin mengasah kemampuanku menilai sebuah tulisan. Tapi untuk menjadi kritikus sastra (seperti mata kuliah yang pernah aku terima) sangat jauh, karena kembali aku bukan siapa-siapa. Terimakasih Tuhan!
Entah karena kebetulan, seminggu ini beberapa teman sengaja menuliskan message padaku, ”Raa…tolong ajarin nulis dong”. Aku cuma bisa diam. Belajar menulis…..Bukankah tiap hari kita menulis, Di buku, di Face book bahkan di Handphone. Bukankah tulisan itu terdiri dari beberapa huruf. Sederhana bukan!.
”Tulisan seperi tulisan mu Raa”. Seperti tulisanku? Jadi semakin aneh….bukankah setiap orang mempunyai gaya penulisan yang berbeda-beda?. Tidak ada dua penulis yang sama. Tapi jika terinspirasi! Aku percaya!
Akhirnya aku hanya menuliskan pesan lewat HP, ”Banyak membaca, carilah inspirasi dan tulislah dengan hati”
Tak berlangsung lama, sebuah pesan pendek terkirim ke HP ku, ”maksunya apa? Aku nggak paham”
Aku cuma tersenyum sambil berkata dalam hati, ”Suatu saat kamu akan memahaminya”. Dan sampai detik ini aku tidak membalas pesanya. Biarlah dia akan memahami bagaimana cara menulis dengan hati. Karena proses itu pun sedang aku alami saat ini. 
Kembali lagi ke perlombaan puisi cinta Mars to Venus Hahahahahaha………bodohnya! Aku baru sadar kalau ia adalah seorang penulis buku yang bukunya sudah pernah aku baca. Dan aku semakin berbangga hati saat puisi ku dia apresiasikan oleh Sang Venus.
Dengan segala kerendahan hati aku menangkupkan kedua tangaku sambil menundukkan sedikit kepalaku padamu Sang Venus. Terimakasih Sang Venus karena Puisi Cintaku menjadi sebuah cinta.
Terimaksih juga kepada Y, Lelaki Samudra ku yang memberikan gairahku untuk terus berpuisi.dan seluruh sahabat bloggerku  yang mmemberi kekuatan padaku untuk tetap berdiri.

Catatan kecilku yang kupersembahkan pada Sahabat-sahabat dunia mayaku
Terimakasih
seoga kita akan  mampu untuk  terus berpuisi 
Tagged

12 thoughts on “SAAT PUISI CINTAKU MENJADI SEBUAH CINTA

  1. Pertama-tama selamat dulu, mbak! Kedua, memang menulis, apapun bentuknya, harus datang dari hati. Banyak yg bingung mdgn konsep ini karena tak biasa membaca. Kalo udah suka baca, otomatis ada dorongan dari hati utk diungkapkan ke dalam tulisan.

  2. Hai,

    datang mau ngucapin

    happy lunar
    happy valentine's day
    happy ash wednesday

    buat yang merayakan, yang nggak merayakan semoga bulan penuh cinta ini selalu membawa kebahagiaan dan kedamaian…

    Ninneta

  3. pengen bisa menulis dengan hati
    lagi mencari cari juga nih kayak apa,,hihihi

    ooo iya, membaca itu mutlak kah menjadi syarat biar kita bisa menulis?

    soalnya aku kadang males baca, aopalagi kalo udah postingan blog yang panjaaaaaaaaanngg atau baca buku yang tebeeeeeell,,,aahhh males

    tapi aku pengen jadi penulis

    mungkinkah?

    ra,,,aku link blogmu diblogku yaa

    🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *