Kuliner, Traveling

SAAT PECEL DAN RAWON KAWIN DI BANYUWANGI

Kali ini saya memilih kuliner khas Banyuwangi yaitu “Pecel Rawon”

Banyuwangi yang terbentuk dari berbagai macam suku menghasilkan tradisi
kuliner hasil akulturasi. Termasuk juga pecel rawon yang baru muncul di
awal tahun 1990-an.

Biasanya pecel ya pecel aja. Rawon ya rawon saja. Banyuwangi berani mencampurnya dan menghasilkan rasa yang luar biasa.

Urutan penyajiannya pun harus sesuai. Nasi, sayur, lalu di siram bumbu
pecel baru lah ditambahkan daging dan kuah rawon. Ada juga yang
menambahkan empal daging atau telur asin. Plus rempeyek kacang atau
kerupuk udang.

Perkawinan antara pecel dan rawon ini lebih ‘mak nyus” rasanya.

Dulu saat masih di Batam, jika kangen makanan ini saya akan membelinya
terpisah dan mencampurnya di rumah. Paling tidak mirip walaupun rasanya
tidak mengalahkan yang asli dari Banyuwangi.

“Bila tidak memiliki beras yang dapat mengenyangkan perut yang lapar, jadilah tangan yang mengolahnya”

Maka nikmati dan bersyukurlah dengan makanan mu hari ini.

Tagged , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *