Catatan

Saat kekasih mengkhianati

Saat kekasih mengkhianati, air mataku jatuh tak berhenti henti. Menjadi hujan. Semua tanah menjadi becek, banjir dimana mana. Ikan ikan tenggelam, kodok kelelahan bernyanyi berhari hari. Ribuan payung rusak karena tetes air menjadi peluru

Pelaut kebingungan mengarahkan perahu karena badai tak berhenti henti. anak anak menjadi sakit karena terlalu sering bermain hujan yang mengandung asam yang cukup tinggi. Lelaki sibuk alasan tidak ke kantor untuk mencari kehangatan dan perempuan perempuan ikut menangis karena kesepian. Tidak ada yang pulang

Maka harus segera kusudahi dan aku pura pura tak patah hati. Menangis menjadi semacam hal tabu yang tak boleh sekalipun dilakukan

Hujan hilang dan semuanya kembali normal dan mengering

Tanah retak, pecah dan keluar asap dari akar rumput teki. Air susu dari ibu tidak keluar, bayi bayi menangis menyedihkan. Satu persatu kematian datang menghampiri. Banyak orang bilang tidak ada kesedihan yang lebih sedih dibandingkan hari ini. Kemarau hanya mempertontonkan kemiskinan dan kematian

Seorang laki laki menghampiri ku dan membujuk ku. Meminta ku jatuh hati padanya. “Saat kau jatuh cinta padaku, aku akan segera meninggalkan mu. Agar kau menangis. Bumi ini butuh air matamu,” katanya berbisik di telingaku

Aku menggeleng dan mengatakan lupa bagaimana caranya menangis. “Jatuh cinta lah padaku. Maka air matamu akan jatuh bercucuran menjadi mata air dari hujan. Menjadi tangisan.” Dia terus-menerus merayuku

Lelaki itu bercerita, ketika hujan semua tanah becek dan air bersembunyi dibalik tanah, menjadi penawar akar akar tumbuhan dan menjadikan buah buahan yang segar. Ikan ikan tenggelam namun dia memilih diam untuk bertelur didasar lautan. Hal yang sama terjadi pada kodok. Mereka bernyanyi lirih meninabobokan ribuan kecebong yang memenuhi pinggiran sungai

Pelaut kebingungan sehingga dia berdoa dalam diam. Hal yang sering lupa dilakukan dengan alasan karena laut semacam tempat permainan. “Tidak ada yang berdoa di taman, doa hanya ada di kuburan kuburan, dan badai di lautan” kata lelaki itu tersenyum manis. Aku mulai jatuh cinta padanya

Dia terus bercerita, saat hujan dan anak sakit maka ibu ibu memeluknya. Lelaki tak pergi ke kantor karena khawatir dengan istrinya dirumah. Dan perempuan perempuan yang menangis kesepian masih punya harapan kekasihnya pulang.

“Menangis lah Raa. Agar tak lagi ada petaka,” lelaki itu pergi dan meninggalkan secarik kertas ditangan kiri.

Aku membacanya perlahan,”Jangan lupa. Kau perempuan matahari. Berhenti menyakiti diri dan pura pura tak pernah patah hati”

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *