Uncategorized

RORO OYI : MATI DI KERIS SANG KEKASIH

Aku ingin berkisah
tentang Roro Oyi. Seorang perawan bau kencur dari Surabaya, Dia sengaja di bawa
ke Mataram oleh Suhunan Amangkurat untuk menggantikan sang Ratu Rara Truntum
yang telah mangkat karena fitnah. Karena masih belum dewasa Roro Oyi di
titipkan di Wirareja untuk di didik menjadi perempuan Mataram. Hingga suatu
saat sang Pangeran Adipati Anom sang pewaris kerajaan jatuh cinta pada Roro
Oyi, calon ibu tirinya. Cinta terlarang dalam sebuah kerajaan. Tapi dua insan
itu saling mencintai. Hingga Roro Oyi hamil karena Pangeran Adipati Anom. 
Suatu hari Suhunan
Amangkurat berkenan untuk menikahi Roro Oyi. Saat mengetahui Roro Oyi hamil
karena perbuatan sang pewaris tahta, Suhunan marah besar. Dia mengusir pangeran
dan menjadikannya sebagai kawula biasa di Lipura. Dan akan dikembalikan haknya
jika berhasil memperbaiki dirinya. Salah satu cara untuk memperbaiki diri
adalah dengan membunuh Roro Oyi. 

Merasa sebagai calon
raja Mataram, Pangeran Adipati berdiri dan menghunus kerisnya. Dilihatnya Roro
Oyi bersimpuh dan mata mereka beradu pandang. Pangeran Adipati Anom dilema. Ia
mencintai Roro Oyi dan calon anaknya sedangkan disisi lain ia tidak ingin
kehilangan haknya sebagai calon raja mataram. 
Tanpa pikir panjang
Roro Oyi menatap ujung kerus yang tajam dan beracun. Lalu ia menabrakkan
dirinya pada keris yang terhunus itu. Membunuh dirinya dan calon anaknya demi
nama baik lelaki yang sangat ia cintai. 
Tidak adil…..aku
berteriak sendiri dalam kisah lakon yang ada di depanku. Roro Oyi tidak
bersalah. Dia telah di cerabut dari keluarganya di Surabaya dengan
mengatasnamakan pengabdian. Apa salah jika dia jatuh cinta pada calon”anak
tiri”nya?Sedangkan usia mereka sama?apa salah ia melabuhkan hatinya pada
sang pangeran? Saat ia merasa sendiri dan lelah akan tekanan hidup? Dan atas
kesalahannya, ia berharap sang pangeran membimbingnya dan hidup berdua dengan
anak dalam kandungannya walaupun hanya menjadi kawula alit!!!! Atas nama harga
diri! Aku tau Roro Oyi kecewa saat lelaki yang dicintainya berdiri dan
menghunus keris di hadapannya. Aku tau Roro Oyi patah hati dan memupus semua
mimpinya. Aku tau Roro Oyi berpikir panjang jika sang pangeran membunuhnya maka
ia akan sangat kecewa karena merasa dikhianati, bahkan pangeran juga akan
kecewa karena pangeran bukan hanya membunuh kekasihnya tapi juga calon anaknya.
Aku tau apa yang di pikirkan Roro Oyi saat ia memutuskan membunuh dirinya
dengan pisau terhunus lelaki yang dicintainya. Hanya untuk nama baik lelakinya.
Saat ia bukan siapa-siapa, Hanya perempuan tahanan Amangkurat!!!!! 
Dan aku tau walaupun
kecewa Roro Oyi tidak pernah menyesal mencintai Pangeran Adipati Anom!
Roro Oyi telah membuat
pilihan di negara yang tidak memberikannya pilihan. 
Aku tulis catatan ini
sambil mengusap air mataku. Bukan berarti aku cengeng. Tapi kenapa harus
perempuan? Feodalisme bukan hanya menggerus ekonomi rakyat! Tapi juga membunuh
mimpi sederhana perempuan yang bernama Roro Oyi! 
Entah mengapa tiba-tiba
fragmen itu muncul di hadapanku! dengan tokoh yang sama bernama Ira! Kuambil
keris dilambungku dan ku tikamkan ke arah lelakiku! Agar kita sama-sama mati
dan merasakan kehilangan calon janin dalam rahimku. Dan tidak ada lagi calon
Raja di Amangkurat! Yang lebih mengandalkan harga diri dari pada sebuah
keadilan!
Banyuwangi, 6 Agustus
2011 
Di sadur dari
“Gadis-gadis Amangkurat cinta yang menikam” Rh. Widada
My Dear….kau tau?
Matahari tidak pernah terbit di tanah Blambangan!
Tagged

1 thought on “RORO OYI : MATI DI KERIS SANG KEKASIH

  1. Kenapa mereka yang kuat/ kuasa justru mengorbankan orang-orang yang seharusnya dilindungi? Setelah berabad-abad ternyata karakter penguasa di negeri kita ini tak banyak berubah. Kenanglah kembali Marsinah, Udin (wartawan kritis di Bantul yang dibunuh "orang tak dikenal), Munir, Wiji Thukul….. dan banyak lagi yang bahkan tidak sempat kita "dengar".
    Terima kasih Mbak Ira, Sampean sudah bersedia membaca dan menggemakan suara mereka yang telah dibungkam.
    Salam.
    Rh. Widada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *