Uncategorized

REMBULAN DAN LELAKI HUJAN

Tadi malam ku lihat bulan

Sempurna seperti wajahmu

Bukankah pernah ku bisikkan saat aku bercinta denganmu malam itu?

Mungkin kamu lupa tapi bisikan itu mendarah daging di rahimku

Dan dia menggeliat menjadi rembulan baru penggantimu

Tapi itu dulu sayang…..ketika ia menjadi purnama terindah di surga

Sedang lelaki hujan sederhana tetap mengingatku

Bukankah rembulan tak pernah ada di tengah hujan?

Tapi tidak untukmu lelakiku….

Lelaki hujan berwajah rembulan

Sebuah kolaborasi terindah dalam kehidupan perjalanan saya

Sayang….kamu terlalu memanjakan aku dengan sinarmu


Dan saat ini aku tak temukan wajah rembulan walau di pertengahan bulan

Apakah bulan purnama tak pernah lagi muncul di Pulau Batam?

Saat kau menghilang dan perasaanku menjadi datar seperti telapak kaki bayi yang melangkah menuju surga

Batam, Senin 15 Agustus 2011

My Dear minggu kedua ilalang kecil kita di surga

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *