Uncategorized

QUIKNOTE DI BALI

11 Oktober 2013
Tiba-tiba saja hari ini tema-nya banyak perempuan.

Tentang Ratu Atut, tentang Bupati “tercantik” Airin yang suaminya
ditangkap KPK dan marah karena punggungnya tersentuh tangan
wartawan.Tentang sosok kasat mata yang konon bernama “Bunda Putri” yang
membuat SBY yang katanya presiden Indonesia (dan bukan presiden saya)
galau mendadak sepulang dari Brunai dan membuat curhat semacam
konferensi yang di tonton seluruh dunia.

Curhat yang membuat saya terharu dan ingin bilang, “Duhhh sabar ya pak Beye. Kasian sekali anda”

Tentang Mbak Tutut, yang katanya anak mantan Presiden yang kesekian
Indonesia dengan jambulnya yang super keren yang kasasinya dikabulkan
Mahkamah Agung untuk mengambil alih TPI yang saat ini bernama MNC TV.
Yes… bisa kampanye lagi.

Tentang mantan Bupati Banyuwangi
yang juga perempuan Ratna Ani Lestari yang dinyatakan bebas setelah
kasisnya di kabulkan Mahkamah Agung. Katanya cerai ya dengan suaminya
yang dulu juga Bupati di Bali? yang pernah mendapatkan penghargaan
karena suami dan istri sama-sama menjadi Bupati? suer… saya lupa.

Dan tentang kawan-kawan perempuan di sekitar saya yang memilih
“bercerai” karena kekerasan dalam rumah tangga lah, penelantaran ekonomi
atau apalah itu. Yang membuat saya menghela nafas dan memeluk mereka.

Tentang calon-calon legislatif perempuan yang cuma dijadikan “alat”
untuk meloloskan partai dengan kuota 30 persennya. Dengan kualitas yang
cuma bisa diukur dengan seberapa pandai dia bergaya di depan kamera
untuk poster kampanye dengan senyum posisi bibir basah dan sedikit
terbuka. Kualitas? mana saya tahu.


Bbm sahabat saya semalam

“Ya kalau kita bisa menunjukkan sikap kita, laki-laki juga
klepek-klepek. Dikira kita perempuan kebanyakan yang cengeng dan
merengek-rengek kalau ditinggalin? *offtherecord* Harus dihadapin dengan
cara yang sama, bahwa kita juga bisa hidup tanpa dia. Laki-laki kan
sukanya ngatur, menggertak,menunjukkan kalau dia laki-laki. Menguji
teori yang selalu benar”

Pertempuran sebenarnya baru akan dimulai

Hahahahahah karena itulah perempuan juga harus punya prinsip.

Nah kali ini tentang Ririn, ibu dua anak yang sibuk memasakkan masakan
untuk para tukang bangunan. Dulu nekat berangkat ke Bali dalam keadaan
hamil dengan suami yang tidak bekerja. Dan baru saja saat dia mencuci
pakaian kotor yang segunung, anaknya yang bernama Rara jatuh dan
kepalanya terbentur lantai.

Saya hanya ingin bilang. Peran Ganda Perempuan itu tidak mudah Tuan……….

Saya? ahhh saya mah sederhana saja. Memilih untuk tetap bahagia dan
sejahtera. Angkat ransel dan mari kita bergerak. Lalu duduk diam
menulis dan menulis. 11 Oktober. Saya memilih memulai hari ini untuk #30harimimpisangpemimpi

Sepakat dengan status BBM sahabat saya Ika. “Sesungguhnya menulis itu adalah Obat”

Walaupun sekedar surat sederhana untuk Neptunus yang berisi nama makhluk mars itu.

Happiness is being a traveler an not a tourist

Tagged

1 thought on “QUIKNOTE DI BALI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *