Uncategorized

QUICK NOTE I AM NOT ROSE

“Kamu tahu Raa, nama mu saya simpan dengan nama ‘Rose’ di handphone ku”

Saya tersedak, “Oh ya….. Mawar. Hahahaha saya lupa saya pernah punya dongeng tentang Putri Mawar dan Pangeran Lilin”

“Buat saya kamu itu tokohnya. Mawar Merah. Menarik tapi susah metiknya. Banyak durinya”

“Eh kamu tahu nggak? Mawar merah itu ada selepas tahun 30 an. Dan warna merah itu karena kesalahan genetik”

“Tapi kamu bukan hasil dari kesalahan genetik Raa”

Saya tersenyum dan menghabiskan segelas teh tawar hangat.

“Kamu tidak berubah Raa. Masih tetap perempuan yang manja dan kekanak-kanakan dengan ransel hitammu. Pakai warna lain kenapa”

“Ah masak seh ….. Saya sudah tua. Dan kita sudah 5 tahun tidak bertemu”

“Tidak Raa … Sudah hampir 9 tahun”

Saya menghitung tahun dengan jari-jari saya. Dan membentuk hurup o dengan bibir saya.

“Sudah cukup lama ya …”


Tangan saya merogoh sisi kanan tas ransel dan mengenakan kacamata.

“Saya harus segera ke lokasi. Jadi antar saya kan?”

“Siap Jeng. Pulang mu ke Banyuwangi nanti bagaimana?”

“Gampang …. Saya masih belum tau jam berapa selesai. Saya bisa pulang sendiri. Tapi kalau kepepet saya hubungi kamu ya?”

Ini hanya sekedar sebuah romantisme saja. Ketika sebuah kenang saling
berlompatan di otak saya, tentang sebuah kota yang saya sebut “Jember”

#menulis sebagai jeda siang hari saat saya mulai mengantuk#

RRI, Jember 8 Mei 2013 
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *