Uncategorized

Prapatan Sukowidi

Foto Iraa Rachmawati.

Jika sebuah buku, maka prapatan sukowidi berisi kenangan kenangan mereka yang dibesarkan oleh jaman. Sejak ibuku hingga aku.

Ibu sempat bercerita, dulu dia dan rekan rekannya sering sekali nongkrong di prapatan sukowidi. Mereka bahkan membuat band musik dan seni teater. Jika tidak salah tahun 70 an. Lalu bergeser ke genarasi selanjutnya hingga ke kami yang lahir di tahun 80 an. Saat itu Gemas, generasi muda sukowidi sudah ada. Aku bergabung saat duduk di bangku SD. Tidak salah saat SMA aku menjadi ketua karang taruna. Mulai volly, sepakbola, tarkam dan rumah baca di timur rumah, kami menghidup hidupinya bersama sama.

Pusatnya? Tetap prapatan sukowidi tempat kami janjian dan cangkruan berjam jam.

Saat masih ada bapak, dia juga rajin nongkrong di prapatan sukowidi menggunakan sarung sambil minum ngopi pada pagi dan malam hari. Dia bilang tidak afdol jika habis mandi nggak cangkruk di prapatan Sukowidi. Cinta monyetku pun bersemi di sinu Malu malu saat dia berdiri diprapatan dan aku pura pura menyiran kembang. Atau ngumpul gitaran dengan para pengamen jalanan.

Prapatan sukowidi semacam tugu yang selalu saya singgahi jika rindu. Entah rindu pada siapa aku sendiri tidak tahu. Berdiri dan menatap lekat lekat prapatan Sukowidi menandakan bahwa waktu telah berjalan begitu cepat

Aku sudah semakin menua dan prapatan sukowidi masih saja sama dan tetap ada. Wajahnya saja yang berubah.

Saya yang hapal sekali setiap lekuk kota ini. Sungguh. Mulai aroma dan kehangatannya.

Mengawali semua dari sini dan kelak saya pun ingin mengakhiri juga di sini. Banyuwangi. Prapatan Sukowidi

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *