Catatan

Per(empu)an

Bukan hal mudah terlahir menjadi perempuan di dunia yang berjenis kelamin laki laki
Mereka bilang aku tak bisa lagi jatuh cinta. Sebagian dari mereka juga bilang aku gila. Dan sebagian besar itu adalah kaum ku sendiri. Kaum yang seharusnya sama sama membela kaum nya sendiri. Mereka yang seakan paling tahu tentang jalan yang aku pilih
Aku tidak pernah bisa mencegah pikiran menjadi liar dan nakal. Tapi bukankah masih banyak hal penting lainnya yang harus dipikirkan agar perempuan “terselamatkan”
.
.
Setiap perempuan kodratnya adalah melahirkan anak karena dia memiliki rahim. Tapi, menjadi ibu secara biologis saja tidak cukup. Mencukupi mereka dengan doa dan cinta serta cara pandang menghargai sesama juga tidak kalah penting
Berhenti nyinyir. Tolong. Berempatilah
Biar kan perempuan memilih menjadi ibu ideologis bagi anak anak yang tak pernah lahir jadi rahim nya
Tidak mudah menjadi “aku”. Jangan pernah juga menjadi “aku”
Banyuwangi, 26 Oktober 2017
Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *