Catatan

Percayalah, perempuan yang lahir akan selalu membawa perubahan.

Selamat Hari Perempuan

Sebuah pesan masuk di whatsapp. Saya tertawa sendiri pagi ini. Belum juga cuci muka, apalagi sikat gigi dan mandi. Saat saya membalasanya dengan mengucapkan terimakasih dan mengatakan terharu dengan ucapannya. Seumur-umur baru kalini ada yang mengucapkan secara langsung. Namun balasan yang masuk lugas menjawab. “endel“. Fix!! aku tarik kembali ucapan terimakasihnya.

Selama seminggu terakhir ini saya mengikuti beberapa akun di media sosial yang gencar berbicara tentang isue-isue perempuan. Facebook saya pun ikut mengingatkan apa yang saya tulis di hari yang bertepatan dengan perempuan internasional. Tentang sejarah, Tentang hak-hak yang harus didapatkan oleh perempuan.

Ya.Setiap tanggal 8 Maret, seluruh perempuan di dunia memperingati Hari Perempuan Sedunia atau Women Day.

Dijadikannya tanggal 8 Maret sebagai International Women Day, karena pada tanggal yang sama di tahun 1917, perempuan di Rusia, untuk pertama kalinya diberikan hak suara oleh pemerintah Rusia. Inilah yang menjadi tonggak awal peringatan bagi seluruh perempuan dunia.

1910

Pertemuan kelompok sosialis internasional di Copenhagen, Denmark, memutuskan untuk memilikii Hari Perempuan Internasional sebagai penghormatan atas hak-hak asasi perempuan dan mendorong diperolehnya hak suara bagi semua perempuan di dunia.

Keputusan ini diterima secara bulat oleh semua peserta yang diikuti oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, termasuk tiga perempuan pertama yang dipilih sebagai anggota parlemen Finlandia.

Pada saat itu, mereka belum memutuskan pada tanggal berapa peringatan hari tersebut akan diadakan.

1911:

Sebagai tindak lanjut dari keputusan yang telah diambil setahun yang lalu. Hari Perempuan Sedunia untuk pertamakalinya diperingati pada tanggal 19 Maret di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss.

Lebih dari sejuta perempuan dan laki-laki bersama-sama turun kejalan. Selain hak untuk ikut serta dalam pemilu dan posisi di dalam pemerintahan , mereka menuntut hak bekerja, kesempatan memperoleh pelatihan, dan penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan.

Kurang dari seminggu sejak peringatan tersebut, pada tanggal 25 Maret terjadi insiden tragis di New York yang menewaskan lebih dari 140 buruh perempuan yang kebanyakan adalah imigran asal Italia dan Yahudi.

Kejadian ini sangat mempengaruhi peraturan perburuhan di Amerika Serikat dan kondisi kerja yang menyebabkan insiden ini terjadi kemudian dikecam habis-habisan selama peringatan Hari Perempuan Internasional tahun berikutnya.

1917

Karena dua juta tentara Rusia terbunuh dalam perang, perempuan Rusia sekali lagi turun kejalan pada hari minggu terakhir di bulan Februari menyerukan “Roti dan Perdamaian”.

Para pemimpin politik menentang unjuk rasa tersebut, tetapi para perempuan ini tetap bertahan. Dan sejarah mencatat bahwa empat hari kemudian, Czar (raja) turun tahta dan pemerintahan sementara mengakui hak perempuan untuk ikut serta dalam pemilu.

Hari bersejarah itu jatuh pada tanggal 23 Februari di Kalender Julian yang digunakan di Rusia atau tanggal 8 Maret menurut kalender Gregorian (kalender Masehi yang juga kita gunakan).

Dan sejak saat itulah Hari Perempuan Sedunia diperingati pada hari yang sama oleh perempuan di seluruh dunia..

Namun yang harus diketahui bahwa masyarakat Yunani Kuno, Lysistrata pernah menggalang gerakan perempuan mogok berhubungan seksual dengan pasangan (laki-laki) mereka untuk menuntut dihentikannya peperangan.

Dalam Revolusi Prancis, perempuan Paris juga berunjuk rasa menuju Versailles sambil menyerukan “kemerdekaan, kesetaraan dan kebersamaan” menuntut hak perempuan untuk ikut dalam pemilu.

Berbicara tentang perempuan di Indonesia, Soekarno, presiden pertama Indonesia sudah mejabarkan di bukunya. Buku tema perempuan pertama yang saya baca, jauh sebelum saya baca buku buku teori feminisme dari barat. Buku yang berjudul Sarinah.

Sarinah bukan siapa-siapa. Dia hanya wanita desa yang ikut menumpang pada pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Sarinah tidak digaji, atau dibayar. Dia tinggal dan ikut makan di rumah keluarga itu dan membantu mengasuh Soekarno kecil.

Soekarno kecil sangat dekat dengan Sarinah. Mungkin Soekarno lebih dekat pada Sarinah daripada ibunya sendiri.

Sarinah menemani Soekarno kecil bermain, makan dan tidur. Dia menceritakan dongeng pada Soekarno sebelum tidur. Soekarno mengaku dari Sarinah pula dirinya diajari mencintai rakyat kecil.

Karno, pertama engkau harus mencintai ibumu. Kemudian, kamu harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya.” Itu kata-kata Sarinah yang terus diulang-ulang dan mengisi hati dan pikiran Soekarno muda.

Setelah kemerdekaan, Soekarno memberikan kursus pada wanita. Soekarno mengajarkan peran wanita dalam berjuang dan berpolitik. Soekarno mengajarkan menjadi wanita bukan berarti harus selalu berada di belakang wanita.Kumpulan materi soal kursus ini akhirnya dibukukan. Soekarno memberi judul buku ini ‘Sarinah, kewadjiban wanita dalam perdjoeangan Repoeblik Indonesia’. Buku ini ditulis tahun 1963 dan diterbitkan Panitia Penerbit Buku-buku Karangan Presiden Soekarno, isinya 329 halaman.

Apa sebab saya namakan kitab ini Sarinah? Saya namakan Kitab ini Sarinah sebagai tanda terimakasih saya kepada pengasuh saya ketika saya masih kanak-kanak. Pengasuh saya itu bernama Sarinah. Dia mbok saya. Dia membantu ibu saya, dari dia saya menerima banyak rasa cinta, dan rasa kasih.”

Dari dia, saya mendapat banyak pelajaran mencintai orang kecil. Dia sendiri pun orang kecil. Tetapi budinya selalu besar.”

Moga-moga Tuhan membalas kebaikan Sarinah.”

Perempuan berjasa besar pada peradaban manusia, sebagai pekerja pertanian yang pertama. Soekarno dalam bukunya Sarinah Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia menulis kira-kira 10 ribu hingga 12 ribu tahun lalu, manusia masuk dalam periode pertanian dan perempuan yang membawa perubahan. Saat itu laki-laki masih “kesana kesini” di hutan, tepi-tepi sungai, di pantai laut, di padang rumput, di rawa-rawa tetapi perempuan sudah berpikir untuk membuat kediaman tetap. Menjaga kehamilannya, menjaga anak-anaknya yang kecil dan mencoba-coba mendirikan rumah untuk melindungi mereka dari ranting dan dahan serta daun-daun.

Perempuan yang pertama membuai kesenian, berpikir membuat tali-tali untuk mengikat rumahnya, membuat barang-barang untuk keperluannya sehari-hari semacam melunakkan kulit binatang yang sudah kering, menganyam tikar dan menganyam keranjang, memintal serat kayu menjadi benang kemudian menenun benang-benang itu menjadi kain kasar, membentuk tanah liat menjadi semacam periuk atau semacam pinggan. Mereka kemudian yang bercocok tanam di sekitar rumah agar tidak perlu menunggu laki-laki yang berburu selama berhari-hari untuk memenhui kebutuhan pangan mereka.

Dulu, perempuan digambarkan tidak lemah badan seperti sekarang. Sigap perawakannya, jauh berbeda dengan gambaran putri priyantun saat ini. Dulu perempuan-perempuan cerdik, tjam otaknya, lebar dan luas penglihatannya, ulet dan besar tenaganya. Perempuan menjadi raja, menjadi panglima perang, menjadi ketua dirapat-rapat, menjadi kepala rumahtangga, menjadi prajurit, menjadi hakim, menjadi kepala agama.

Raputri Jinzo yang berhasil menaklukkan negeri Korea di abad ke tiga.Di dalam buku Tionghoa kuno Nippon selalu disebutkan negeri kaum perempuan atau negeri raja-raja putri. Pada abad ke-10 dan ke 11, kaum perempuanlah yang membuat hukum-hukum negara. Di zaman Heian, anak laki-laki dan anak perempuan mendapatkan warisan yang sama besarnya. Di dalam hukum negara Kamakura Shogun diatur jika laki-laki yang meninggalkan istrinya, segala hak miliknya jatuh kepada istrinya.

Saya mengutip pernyataan Soekarno

Masyarakat adalah terdiri dari kaum laki-laki dan kaum perempuan, dari kaum perempuan dan kaum laki-laki. Tak sehatlah masyarakat itu, manakala salah satu pihak menindas kepada yang lain, tak peduli pihak yang mana yang menindas dan tak peduli pihak yang mana yang tertindas. Masyarakat itu hanyalah sehat, manakala ada perimbangan hak dan perimbangan perlakukan antara kaum laki-laki dan perempuan, yang sama tengahnya, sama beratnya, sama adilnya.

Saya pecinta patriarchat, tetapi hendaklah patriarchat itu satu patriarchat yang adil, satu patriarchat yang tidak menindas kepada kaum perempuan, satu patriarchat yang tidak mengakses kepada kezaliman laki-laki di atas perempuan“.

Mau tidak mau, kita harus mengakui bahwa teori feminisme, gender atau apapun itu semuanya berkiblat pada barat. Salah? tidak juga.Namun bagi saya pribadi akan lebih kece jika kita memahami perempuan dengan cara pikir kita sendiri sebagai bagian dari perempuan Indonesia. Dengan pola pikir adat ketimuran.

Masalah perempuan itu kompleks. Jangan jauh-jauh berbicara, untuk masalah domestik saja, saya sering sekali bersinggungan dengan pasangan. Pulang malam karena kerjaan. liputan seharian. Cemburu dengan orang-orang di sekitar. Saat ditanya apa alasannya, sederhana saja bilang. Aku nggak suka. Tidak ada alasan detail yang bisa saya terima. Sedih sekali terkadang memikirkan hal-hal sepele tapi berpengaruh besar dalam keputusan-keputusan pribadi yang telah saya buat.

Dan akhirnya mau tidak mau berpengaruh tentang keputusan dengan siapa saya akan menghabiskan waktu menua bersama-sama. Tentu saja dengan laki-laki yang dengan dia, kami akan saling menyepakati masing-masing keputusan kami. Yang saling mendukung tanpa ada yang merasa dilemahkan atau dikuatkan. Dengannya, yang saya bisa berdiskusi tentang hal-hal remeh temeh semacam mengapa jalan di titik A selalu bergelombang, atau mengapa laut berwarna biru dan kadang hijau tosca. Dengan seseorang yang tidak pernah protes berapapun banyak buku yang harus saya beli. Atau memahami jika saya harus pulang jelang pagi dan membaca beberapa buku hingga tengah malam. Kami yang sama sama akan saling melayani.

Selamat hari hari perempuan internasional. Percayalah, perempuan yang lahir akan selalu membawa perubahan.

Kamu istimewa.

Noted: catatan ini saya buat untuk seseorang yang telah mengirimkan pesan kepada saya sepagi ini. Terimakasih atas banyak hal yang telah kita bagi

 

 

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *