Catatan

Pembuat kue 

Aku bercita cita menjadi pembuat kue agar bisa membuat tart cantik di hari pertunanganmu. Dengan serpihan coklat dan potongan strawberry segar, tart untuk kau berikan calon istrimu pasti akan istimewa. Aku tau kau tak begitu suka manis. Nanti akan ku tambahkan sedikit serbuk kopi dalam adonan kue agar ketika kau menghabiskan sepotong kecil tart, ada rasa kopi yang aku tau kau begitumencandunya. Kau yang berandai andai jika kopi dulu tumbuh di surga dan secara tidak sengaja bijinya berada dikantong kulit yang dibawa Adam saat diusir Tuhan dari surga dan kemudian melanjutkan hidup di bumi.

Setiap menikmati sepotong kue buatan ku, kau pasti akan terdiam cukup lama dan memejamkan mata saat semuanya terasa lembut tercampur di rongga mulutmu. Aku yakin kau akan ingat aku, dan lupa pada perempuan di hadapanmu yang akan segera kau nikahi yang beraroma strawberry seperti sisa parfum yang sempat aku cium dari kemeja bajumu. Kau yang selalu mengeluh aromanya terlalu manis untukmu dan mengatakan jika keringat yang keluar dari tubuh ku searoma kopi yang baru di seduh dengan lapisan crema mengkilat kilat.

Nanti jika kau sudah menentukan tanggal resepsi pernikahan mu. Segera kabari aku. Nanti aku akan siapkan kue tart tiga tingkat berwarna putih. Kau tinggal bilang ingin aroma apa? Lemon ? Vanila atau aroma mint? Sebentar. Aroma terakhir jangan kau pilih karena tak mungkin tart pernikahan beraroma permen yang selalu kau kulum sebelum menemui ku untuk menghilangkan aroma rokok dari mulutmu.

Padahal yang tak pernah kau sadari aku diam diam merindukan aroma cengkeh yang menempel lekat di kerah bajumu ketika kita berdiri cukup dekat tapi tidak merapat. Aku selalu mengingat kinesik wajahmu dan suka ketika kau memicingkan mata dan berkata, lalu?

Aku akan buat bunga-bunga indah semacam bunga Bakung dari coklat putih yang aku rekatkan di bagian lapisan paling bawah. Di lapisan tengah? Ada bunga sakura kecil bersemu merah muda untuk menggambarkan kau yang sedang jatuh cinta. Kau ingat aku pernah mengatakan seharusnya kita keliling dunia tanpa sibuk bekerja atau pindah saja ke planet lain karena bumi sudah tak lagi tempat yang nyaman untuk kita tinggali.

Di tart bagian atas? Nanti aku letakkan boneka pengantin laki laki menggunakan jas hitam dan pengantin perempuan dengan gaun dan tutup kepala berwarna merah menyala.

Seperti dulu aku pernah memintamu untuk menyetujui gaun merah di pernikahanku dan kau mengatakan tak pantas. Memaksaku mengenakan gaun dan juga tutup kepala berwarna putih. Alasanmu warna putih adalah warna sakral. Saat itu aku membantah harus gaun merah karena melambangkan cinta kita yang menyala nyala. Ini tentang keberanian kita untuk memutuskan hidup bersama. Tapi kau terus menggerutu dan mengatakan putih lebih cocok. Aku mengalah.

Dan ijinkan aku meletakkan boneka pengantin gaun merah itu disana. Di tart resepsi pernikahan mu. Tolong. Sekali ini saja di hari pernikahanmu. Jangan lagi memarahi aku. Dan aku akan menuliskan nama mu dan nama perempuan yang telah kau nikahi di hari itu serta doa baik seperti tertulis di undangan yang kau kirim padaku.

Tentu bukan namaku.

Jika tart itu sudah sampai di pelaminan mu lalu kau potong bersama perempuan mu di hari resepsimu dan kau menyuapkan potongan pertama untuk dia diantara tepuk tangan meriah para tamu, tolong nanti liat lurus ke depan di depan pintu.

Ada aku disana. Perempuan yang pernah kau janjikan berada di pelaminan bersamamu. Aku menggunakan gaun merah menyala seperti boneka pengantin perempuan di tart pernikahanmu.

Tapi aku bukan pengantinnmu.

Lalu mas. Aku akan kembali belajar jatuh cinta lagi.

Foto diambil di Telaga Sarawandori Serui Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *