Kuliner

Njajan pentol cilok (alamrhum) Pak Lan di Rogojampi Banyuwangi

Selasa 20 Februari 2018. Hari itu saya mampir ke Pentol Cilok Pak Lan yang ada di depan SD Rogojampi, tepatnya di sebelah Kecamatan Rogojampi Banyuwangi. Pas di pinggir jalan. Pentol cilok pak Lan adalah langganan saya sejak masih bekerja di Radio Sritanjung sekitar tahun 2006-an

Saat saya mempostinganya di salah satu grup facebook Banyuwangi Kuliner, tidak menyangka jika responnya luar biasa. Banyak sekali yang membagikan walaupun tidak sampai ratusan. Tapi membaca captionnya mereka rata-rata adalah pelanggan setia Pak Lan.

Dari komentar-komentar, mereka menceritakan bahwa Pak Lan sudah ada sejak tahun 1992. Saat itu tiga orang, yaitu pak Parman atau dikenal Pak Lan, beserta kedua rekannya yaitu Pak Temon dan pak Sadi belajar membuat makanan baru jenis pentol dengan harga murah. Lalu mereka menjajakannya dengan menggunakan sepeda gayung, kemudian Pak Lan membuka gerobak di depan SD hingga sekarang. Ada juga yang bercerita jika dulu, pentol Pak Lan dicampur dengan tetelan daging kambing hingga rasanya unik dan berbeda. Namun sekarang, bagi saya yang terasa adalah daging ayam yang berserat. Ada kemungkinan sebelum dicampur tepung, daging ayamnya di goreng terlebih dahulu. Dicampur dengan saos buatan sendiri ditambah dengan sambal tanpa disediakan kecap, rasa khas pentol cak Lan yang dipanaskan menggunakan arang ini sangat membekas

Rata-rata mereka mengatakan bahwa Pak Lan adalah sosok penjual yang sabar, ramah dan murah senyum. Walaupun harus antri bermenit menit untuk sekedar mendapatkan pentol yang dimasukkan dalam plastik dan dicampur dengan saos merah. Dulu saya sempat beli pentol yang ditusuk dengan lidi tapi sekarang sudah tidak lagi. Semuanya dijadikan satu di dalam plastik. Saos dan sambalnya juga terpisah.

Mungkin ada cilok yang lebih enak dan lebih ndaging rasanya. Tapi cilok pak Lan punya rasa dan tekstur yang unik dan Cilok Pak Lan punya tempat sendiri bagi pelanggannya salah satunya saya.

Saya sempat bertanya kepada ibu penjual pentol, bagaimana kabar Pak Lan karena saya lama tidak melihatnya saat lewat gerobak jualannya. Ibunya bilang jika Pak Lan sudah meninggal dan sudak masuk 100 harinya. Saat saya bertanya berapa lama pak Lan jualan pentol cilok, perempuan yang ternyata anaknya menjawab jika Pak Lan sudah berjualan lebih dari 35 tahun.

Pak Lan mungkin sudah tidak ada ada tapi dia meninggalkan nostalgia jajanan sampai detik ini dan semoga sampai nanti.

Selamat jalan Pak Lan. Terimakasih sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk njajan.

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *