Kuliner, Traveling

Nasi bungkus Bu Poer, jembatan cinta antara Banyuwangi Jogya.

Bu Poer.
Perempuan kelahiran 1952 ini terkenal dengan nasi bungkusnya. Mereka yang tinggal di Banyuwangi Kota pasti mengenal nasi bungkus bu Poer dengan sambel ijo nya yang enaknya pake kebangetan. Nama lengkap Bu Poer adalah Poernomowati.

Beliau menikah dengan pria Jogya dan sudah merintis bisnis makanan catering sejak tahun 1987. Pada tahun 1995, bu Poer merenovasi mobilnya dan dimodel seperti warung. Ia menyopiri sendiri mobil yang berisi lauk pauk yang juga ia masak sendiri. Mungkin sekarang seperti Food Truck. Dia berkeliling di kantor kantor di sekitar Banyuwangi kota dan berhenti untuk membuka warung mobilnya.

Pada tahun 1997, beliau pindah ke Jogya dan membuka warung penyetan khas Banyuwangi di dekat Univ. Atmajaya tepatnya di jalan merican yang sekarang berganti nama dengan Jalan Moses Gatotkaca, diambil dari nama korban tragedi pada masa reformasi tahun 1998.

“Mas Moses meninggal tepat di depan warung saya. Kemudian saya pindah ke Kali Urang sampai punya enam cabang dan sekarang tinggal empat karena kewalahan,” jelasnya. Saat ini keempat warungnya di Jogya masih ada dan dikelola anaknya.

Lalu tahun 2013 beliau memutuskan pulang ke tanah kelahirannya  di Banyuwangi. Untuk kesibukan ibunya, putra Bu Poer sempat membukalan warung di daerah Rogojampi tapi terlalu jauh dari rumahnya yang ada di Lateng. Dan dua tahun terakhir beliau berjualan lagi ditempatnya yang sekarang di utara simpang lima Banyuwangi.

Seperti di Jogya, andalannya adalah nasi bungkus sambal Ijo. Dia bilang harganya memang termasuk murah dengan harapan semua orang bisa membeli makanan di warungnya mulai dari anak sekolah sampai bupati. “Setip bulan februari ada satu hari yang semua hasil penjualannya untuk anak yatim dan masjid,” katanya sambil tersenyum.

Bu Poer ramah, baik hati dan suka tersenyum. Masakannya juga enak tempatnya bersih. Dia mengaku tidak akan berhenti memasak karena itu adalah kesukaannya. “Walaupun tua saya masih ingin betmanfaay bagi orang lain,” jelasnya.

Maka saya menyakini selalu ada cerita di setiap porsi makanan yang ada di meja makan. Semacam nasi bungkus Bu Poer yang menjembatani antara Banyuwangi dan Jogya.

Panjang umur bu. Sehat walafiat.Terus masak nggeh. Salam ngunyah dari saya yang suka makan.

Kompas.Com

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *