Uncategorized

MUSEUM SUKOWIDI, SAYA DAN KOSEBA

“Raa…. murid-muridku mau datang?”
“Serius?”
Saya membayangkan betapa padatnya jadwal saya.
“Iya… hari Jumat. Jam 9. Bisa”

Saya mengiyakan saja tanpa berpikir panjang. Ika dan Kisma ke Pulau Merah. Tinggal saya dan Pak Cik yang tersisa.

Akhirnya kami bercerita. Iya…. bercerita sejarah yang sebenarnya.
Tentang Banyuwangi, tentang kapuk, pisang, gula, karet, cengkeh, teh dan
semuanya. Tentang kedatangan Sukarno tahun 1950. Tentang ALRI 0032.

Tentang pelabuhan Boom. Dan akhirnya ada rasa bahagia luar biasa saat mereka saling berebut mengacungkan tangan untuk bertanya.

“Kok nggak ada foto Jepang kak?”
“Asisste resident tempatnya dimana”
“Macan Putih itu di dokter Win kan?”


Kami menjawab satu persatu pertanyaan mereka. Duh Gusti…… ini
sangat luar biasa. Mereka adalah penerus sejarah. Mereka berhak
mendapatkan akses informasi yang sebenarya.

Dan akhirnya terimakasih Allah atas karunia yang telah Engkau berikan ke kami. Ini luar biasa………

Thanks untuk Bu Mega yang sudah datang berkunjung. Buat Rendy dari Malang kelahiran Banyuwangi. Buat Monica dari UGM Jogya.

Ika dan Kisma…. PR kita masih banyak untuk sejarah, untuk Banyuwangi.

Serta untuk keluarga Koseba. Komunitas Pecinta Sejarah Banyuwangi. Kita belajar sejarah bersama-sama

Tagged

1 thought on “MUSEUM SUKOWIDI, SAYA DAN KOSEBA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *