Uncategorized

MOVE ON :…. NATUNA

 Saya menulisnya 17 Juli 2012 pukul 6:30 
Baru sempat membaginya hari ini setelah saya menemukan jaringan internet kembali
————————————————————————————————————-
 http://duniaira.blogspot.com/2011/09/apakah-saya-seorang-pemimpi.html

Karena
saya di Batam. Dan saya mengelola radio Melayu. Tiba-tiba ada sebuah
mimpi yang sedikit “gila”. Saya akan mempelajari budaya melayu!!!!
ya……dan itu sudah menjadi niat saya. Saya akan berkeliling Kepulauan
Riau. Untuk mempelajari melayu. Mulai dari sejarah, musik, seni dan
budaya. Dari Batam, Tanjung Pinang, Lingga bahkan hingga ke Natuna
(membayangkan ke natuna? tiket pesawat berangkat saja 1 juta lebih? atau
naik kapal laut yang hanya ada 1 minggu sekali). Ahhh…..saya pasti
bisa!!!! saya akan merekam semua tentang melayu dalam catatan-catatan
saya. Meman tidak penting sekarang. Tapi nanti 2 atau 10 tahun
lagi…atau saat saya menjadi anggota DPRD di kota Batam atau bahkan
menjadi Walikota Batam atau Gubernur Kepulauan Riau….?
hahahahahahahahahah mimpi saya sudah mulai menggila. Seorang “jawa” yang
bermimpi yang menjadi orang melayu”

Saya
menulis catatan itu pada 5 september 2011. Dan hari ini saya kembali
membacanya. Ada sesuatu yang tiba-tiba saja menyeruak di dalam dada
saya.  Saya tidak tahu apa nama perasaan itu. Bahagia? Sedih? Nyesak…
atau apalah Saya tidak bisa mengartikannya. Iya benar saya adalah
seorang pemimpi dalam tidur saya yang panjang. Untuk mewujudkan mimpi
itu saya harus bangun. Move On …
Natuna…… iya Natuna.
 Laut Sakti Rantau Bertuah. Saya menuliskannya dalam satu mimpi saya
setahun yang lalu. Tepatnya setahun lebih beberapa bulan yang lalu.
Entah kenapa ada sebuah tekanan yang luar biasa bagi saya untuk
berkunjung kesana. Jika tanya alasan nya apa. Kembali lagi saya tidak
bisa menjelaskannya. Seperti halnya saat saya mengunjungi tempat-tempat
lain. Panggilan hati.

Dan hari ini saya akan terbang
kesana. Ahh… sebuah kebahagiaan yang luar biasa. Walaupun itu berarti
saya akan melewatkan hari puasa pertama saya sendiri disana. Tidak
bersama dengan orang-orang terdekat saya. Saya selalu ingat kata Ayah
saya yang mengatakan, “Dimana-mana itu bumi Tuhan Raa. Jadi tidak perlu
kamu merasa asing di sebuah daerah”. Sedangkan ibuku, “Kamu lahir
sendiri, mati juga sendiri Raa. Lalu kenapa kamu harus takut jika
sendiri”. Dua petuah sakti yang selalu saya pegang selama ini. Iya… saya
akan menghabiskan malam puasa pertama saya di Natuna. Bukan di Batam
atau pun Jawa. Apakah kamu menghindar Raa dari sebuah kenangan yang
menyakitkan saat kamu kehilangan orang-orang yang tersayang kamu di
malam pertama bulan puasa. Saya akan menjawabnya Iya benar. Saya
menghindar dari kenangan kehilangan, dan akan mendampingkannya dengan
sebuah kenangan yang berbeda. Mencari suatu yang membuat hidup saya
berwarna.
Jujur ada perasaan takut, ragu apakah saya bisa
seorang diri berada di Natuna? Siapa yang akan saya temui. Apa yang saya
lakukan? Ahh… saya yakin bisa. Semua bumi Tuhan bukan. Saya akan
menikmati semuanya.
“Bermanfaat bagi orang lain itu adalah suatu yang luar biasa lo Nda. Rejeki itu akan datang sendiri”
Saya
selalu mengingat-ingatnya walaupun mengingatnya adalah sesuatu yang
menyakitkan.  Dan tiba-tiba saja saya mengingat kamu semalaman tadi.
Mata saya tidak tertidur hingga pagi ini. Membaca catatan-catatan saya
yang ternyata seperti sebuah benang merah dalamkehidupan saya. Iya… kamu
ternyata menjadi inspirasi yang membuat saya merasa sangat “luar biasa”
Iya kamu ilalang ku.
Dan saya akan mewujudkan satu mimpi
kecil saya. Ke Natuna. Dan mengubur perlahan mimpi besar saya untuk
menikmati secangkir kopi tiap sore di rumah panggung kita. Atau saat
kamu menyingkirkan buku di tangan saya dan merajuk untuk tidur di
pangkuan saya. Kita kemudian akan saling berbincang dan aku mainkan anak
rambut kamu atau sekedar menggosok perlahan punggung kamu yang
kelelahan.  Iya saya akan menguburkannya perlahan, Dear ……..
Saya selesaikan catatan mimpi saya ini dengan doa-doa terindah!

: My Dear…..bantu saya wujudkan 3 mimpi saya!
sedangkan
mimpi-mimpi saya yang lain akan saya simpan dalam-dalam dalam relung
saya yang paling dalam. Dan suatu saat akan saya wujudkan kembali ribuan
mimpi saya yang lain.

Dan saya akan berkata…bahwa saya adalah seorang pemimpi yang akan berusaha untuk mewujudkan ribuan mimpi saya!

“Bermimpilah….maka mimpi-mimpi itu akan memelukmu” 
(Arai – Laskar Pelangi)
5 September 2011

Terimakasih
kamu telah mengajarkan saya untuk bermimpi, Ilalang ku. Dan saya akan
tetap mendoakan yang terbaik untuk kamu, walaupun saya gagal menjadi
laut yang menyimpang semua rahasia tentang kamu.
MOVE ON :…. NATUNA ……..
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *