Catatan

Menjadi Manusia

Hari ini saat melintas di depan pengadilan Banyuwangi, saya melihat ibu sepuh yang terjatuh saat naik di double way tengah. Benar-benar jatuh tersandung. Terjerembab. Dari jauh saya lihat dia kesulitan untuk berdiri. Tidak begitu jauh, ada segerombolan orang menggunakan bendera merah putih kecil di bagian dada yang saya yakini ada hubungannya dengan sidang yang sedang berjalan di dalam pengadilan.
Saya berteriak-teriak meminta agar ibu tersebut dibantu, tapi mereka acuh. Kendaraan sedang padat, tidak mungkin saya memotong jalan. Satu satunya cara adalah memarkir motor saya dan berlari melewati kendaraan yang sedang merayap. Ada ibu-ibu hamil tua juga sedang kesulitan menyeberang. Saya menggandenganya dan akhirnya menyetop kendaraan yang lewat agar berhenti sesaat.
Di double way, saya berusaha membantu ibu tua berdiri dan ibu hamil tua disamping saya yang menemani. Tangan ibunya gemetar hebat. Dia tidak sanggup membawa selembar kertas apalagi tas tangannya. Saya bertanya apakah dia baik-baik saja. “Ibu punya penyakit tremor Nduk,” katanya dengan wajah pucat.
Tinggal menyebrang satu jalan lagi. Kembali saya memaksa kendaraan berhenti, karena saya harus memapah ibu tersebut pelan-pelan menyeberang dan ibu hamil tua di sebelah saya. Mengantarnya ke kantor satpol PP untuk duduk beristirahat. “Ibu mau ke bank nduk. Ibu nggak apa-apa. kalo istirahat pasti lama,” katanya. Saya menitipkan kepada Satpol PP yang membantunya menuju ke kantor Bank. Saya meminta maaf kepada ibu itu karena tidak bisa menemani dan harus jalan lagi.
Saat mengambil motor, segerombolan orang yang memakai bendera kecil merah dibagian dada masih disana. Ngobrol, rokokan, tertawa sampai terdengar di tempat saya parkir motor.
Dan malam ini, ketika saya melintasi lampu merah Sukowidi, kembali segerombolan orang mengendarai motor tanpa menggunakan helm, mengacung-ngacungkan bendera merah putih dan meminta semua pengguna jalan minggir. Bapak-bapak bersepada gayuh terkejut dan hampir jatuh. Sepedanya mepet di trotoar. Saya yakin mereka akan berangkat pengajian yang dihadiri ribuan orang.
Ketika saya menulis ini, saya berpikir kadang kita sibuk menjadikan dirinya orang yang nasionalis dan beragama tapi lupa bagaimana caranya menjadi manusia.
Banyuwangi 19 Desember 2017
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *