Catatan, Uncategorized

Menghadiahi buku

Melihat foto ini saya semacam di tembak orang untuk dijadikan pacar. Bahagia nggak ketulungan. Vita baca buku yang saya bawakan sebagai hadiah atas kelahirannya anaknya yang pertama.
Entah sejak kapan saya menjadikan buku sebagai hadiah. Karena sejak masih SD saya selalu bawakan buku bacaan entah buku baru yang masih berplastik atau buku lama yang sudah khatam saya baca saat menghadiri undangan Ulang Tahun kawan. Walaupun sebagai gantinya saya harus ngrayu ibu buat belikan buku baru sebagai pengganti buku lama yang saya berikan atau harus beli dua buku baru satu untuk saya, satu untuk hadiah. Harus garuk garuk kepala karena bingung buku lama mana yang harus saya berikan sebagai hadiah.
Belum lagi pernikahan, saya selalu menghadiahi buku apalagi yang menikah adalah kawan kawan terbaik saya.
Saya yang mencintai buku jauh sebelum istilah Literasi populer seperti saat ini. Karena yang saya tahu saat itu hanyalah membaca, membaca, menulis dan mengumpulkan buku serta mempengaruhi orang lain untuk baca buku agar ada teman tukar tukaran buku. Karena buku lama tetaplah menjadi buku baru bagi pembacanya 
Saya meyakini dengan menghadiahi buku maka semesta akan memberi hal yang sama kepada saya. Buku dan kebaikan. Walaupun saya harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli buku bagus untuk orang lain atau menunda keinginan untuk beli buku baru untuk diri sendiri.
Tidak ada kebahagiaan yang haqiqi ketika melihat buku hadiah diterima dengan bahagia dan bermanfaat bagi sang pembaca.
Kali ini Vita yang baca buku itu, dan tidak perlu menunggu tiga tahun lagi saya yakin akan ada ibu ibu lain yang bergantian membaca buku tersebut.
Selamat hari Jumat. Jangan lupa baca buku ya. Sederhana tapi bermakna.
Sehat sehat Vita dan baby “N” serta mas Widi 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *