Catatan

Melipat kenangan

Kita perlu melipat kenangan kenangan itu menjadi lipatan paling kecil. Kamu selipkan saja di dompetmu. Nanti jika berdua kita bisa membukanya dan menceritakanya kembali jika kita duduk bersama. Hanya aku dan kamu
Aku yakin kamu tahu jika aku di diam diam memperhatikan matamu. Menghirup aroma tubuhmu dalam dalam dan menyimpannya di bawah alam sadarku. Aroma vanila, semacam aroma kue bolu yang wangi. Semacam segelas susu dengan taburan kayu manis di atasnya. Semacam itulah kamu yang muncul secara tiba tiba
Kita harus melipat waktu agar kita tidak lagi berjarak. Agar tidak ada lagi pertanyaan sederhana “apa kabarmu?”. Pertanyaan yang menjelaskan bahwa kita tidak bisa bersama. Iya tidak bersama, walaupun saat berpisah kita masing masing berpikir tentang penyesalan mengapa harus ada persimpangan yang membuat kita memilih jalan pulang yang berseberangan
Iya. Kita tidak perlu bicara bahwa kita saling jatuh cinta dan memutuskan untuk berpisah karena hati kita telah mendua
Bukankah rahasia paling rahasia adalah waktu? Jadi tunggu saja. Aku menunggu kamu dan kamu menunggu aku
Kita berdua adalah makhluk makhluk yang diciptakan untuk saling menunggu
Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *