Catatan, Fashion, Life Style

Mau dandan atau nggak, perempuan itu ya cantik

Sebelum dandan, saya sudah bilang jika make-up nya minimalis saja. Mbak Prap bilang pake bulu mata atau nggak? Saya bilang iya karena saya tau tidak akan lebih dari 4 jam saya dandan lengkap seperti ini. Saya memilih dandan karena saya ingin dandan untuk menghargai adik sepupu saya yang menikah dan dia meminta saya untuk menjadi MC di tradisi Teratai Pora. Berdandan untuk diri sendiri tanpa menjadikannya beban.

Saya suka perawatan dasar. Jika tidak percaya datang saja ke rumah. Bedak dan lisptik saya juga ada beberapa jenis tapi yang dipakai ya itu itu saja karena saya penganut menggunakannya sampai habis. Jika tidak cocok maka saya oper ke kerabat saya.

Dan ketika saya berdandan maka muncullah banyak komentar rata rata bilang, waah iraa cantik banget.

Apalagi saya pake gamis warna merah muda, yang menjadi satu satunya baju warna cerah di lemari saya. Baju yang baru saja selesai di jahit lalu langsung digunakan setelah kainnya satu bulan tersimpan di jok motor. Baju yang belum terbayar ongkosnya sampai saya menulis catatan ini. Di cuci? Ya jelas nggak lah. Nggak sempat.

Fix! Sudah selesai memujinya.

Saya hanya ingin bilang bahwa perempuan itu ya cantik. Mau dia dandan atau pun tidak dandan. Mau dia berjilbab atau tidak berjilbab. Mau dia pake gamis ataupun pake celana pendek. Mau gendut atau kurus. Mau hitam atau putih. Mau berjerawat ataupun belang.

Cantik ya cantik. Titik.

Saya ingin cerita tentang Lea, bocah berusia 8 tahun asal Jayapura. Suatu hari, dia dan bapak angkatnya berdoa. Namun ada satu kalimat yang benar benar membuat saya ingat hingga detik ini. Kalimat yang ditanyakan oleh bapak angkatnya kepada Lea yang asli Papua.

“Lea… Hitam?”
“Bersyukur,” jawab Lea
“Keriting…”
“Bersyukur…”

Lalu mereka menikmati santap makan malamnya.

Maka. Tidak perlu diribetkan dengan berdandan hanya karena ingin dipuji cantik. Tidak perlu diet mati matian hanya ingin dipuji kurus. Kamu dandan ya karena kamu ingin dandan. Kamu diet karena ya kamu butuh diet. Kamu pake pensil alis ya karena kamu butuh pake pensil alis. Bukan untuk dipuji. Bukan untuk menyenangkan hati orang lain. Tapi untuk menyenangkan dirimu sendiri.

Menjadi diri sendiri itu lebih penting, karena orang tidak akan peduli berapa tinggi alismu. Berapa mahal bedak dan lisptikmu. Tapi berapa jauh kami peduli dengan orang orang disekitarmu.

Be your self.

Salam

Dari perempuan yang suka liat vloger tutorial makeup tapi tetap minta tolong kalau pakai eyeshadow dan bulu mata

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *