Catatan

Mata Hari.

13 April 2015

Berasal dari dua kata yaitu “mata” dan “hari”. Atau sederhananya adalah matanya hari.

Hari adalah nama lain dari Dewa Wisnu sebagai penguasa angkasa. Hal itu yang menyebabkan segala sesuatu yang terjadi di angkasa dikaitkan dengan hari semacam pagi hari, siang hari dan malam hari. Semacam kita menyebutkan “Matahari”

Sampai sekarang di Jawa Tengah, agar selamat dari petir masyarakat selalu berteriak “Hari! aku cucu Ki Ageng selo”. Hari yang terkadang terdengar seperti mengucap “Nderi”.

Ki Ageng Selo sendiri adalah tokoh dari Demak Jawa Tengah yang bisa menangkap petir dan lalu memenjarakannya di Masjid Demak. Atas permintaan istrinya, petir tersebut dibebaskan dengan syarat tidak mengganggu lagi anak cucuk Ki Ageng Selo. Teriakan “Hari! Aku cucu Ki Ageng Selo” merupakan kata peringatan kepada sang petir agar tidak lupa pada janjinya.

Maka saya Raa. Saya Mata Hari.

Itu saja.

—————–

Pasca foto ini diambil ada sebuah pelukan terakhir. Saya menyebutnya perpisahan

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *