Uncategorized

MALAM MINGGU YA?

Malam Neptunus….. ini malam minggu ya?

Fiuch, kenapa saya selalu lupa dengan malam minggu yang katanya adalah
malam bersenang-senang. Ketika saya bukan lagi anak baru gede, mahasiswa
atau pekerja kantoran yang selalu bersorak-sorak jika sudah masuk di
area akhir pekan.

Setelah sekian puluh malam minggu, baru malam minggu ini saya sadar bahwa saya tidak ada jadwal kemana-mana. Saya sedang berpikir penting ya merayakan malam minggu? sedangkan berhari-hari dan bermalam-malam saya selalu menikmati waktu saya,

“Penting bagi yang merasa penting. Kalo nggk merasa penting ya sudah Raa”

Baiklah…. dan kali ini saya tidak perlu diangap penting. Karena saya
hanya berada di pelengkap sempurna jika tidak mau dikatakan sebagai
pelengkap penderita.

Neptunus….. boleh saya pergi ke istana
lautmu malam minggu ini? tentu kamu melarang ku. Sejak perjanjian
pertama kita bahwa saya tidak boleh menginjak istana laut sebelum misi
saya terselesaikan. Menggabungkan dongen-dongeng hingga dongengnya
berhenti dan tamat.


“temukan sosok”

Kenapa pesanmu
sama dengan pesan semalam yang masuk dalam ponsel saya? yang membuat
otak saya bekerja lebih cepat dibandingkan biasanya.

Neptunus….. bisa temani saya sekedar menghabiskan secangkr kopi dan
mendengarkan keluh kesah saya. Duh…. lupa kamu pasti juga sibuk. Mana
ada waktu mendengarkan curhat saya yang setengah “gila” ini.

Kemarin lusa saya makan bersama sahabat saya Deni sepulang dari
Ketapang. Dia berteriak-teriak histeris melihat saya semacam saya hantu
buruk rupa yang harus segera diusir dari muka bumi.

“Ini
apa….,” katanya menunjuk punggung tangan saya yang menghitam, “terus
ini wajah… ya ampun Iraa”. Dia juga protes dengan kaos, celana hitam
dan jaket yang saya gunakan. “Dan kamu pake sandal gunungmu lagi”. Deni
geleng-geleng kepala.

“Ini namanya menikmati hidup Den”
“Dirumahmu nggk ada kaca ya Raa”

Saya melotot dan menghabiskan semangkuk bakso dihadapan saya. “Gendut
item,” ledeknya. Saya melempar dia menggunakan tissue. “Eh tapi nggk
apa-apa Raa kalau ini buat kamu bahagia”

Saya mengacungkan cari
telunjuk, “1 tahun saya bisa merubah hidup. Saya bahagia Den”. Kami
diam sekian lama. “Kamu hanya berusaha bahagis Raa”. saya tersenyum
dingin. Dan kami terdiam lagi cukup lama

“emang penampilanku berubah ya”
“Jauh buanget. Kayak langit dan bumi”. Saya jitak kepala dia.

Deni, sahabat saya sejak SMA.

Neptunus….. ini malam minggu.

Kau tau ….. semalaman saya ingin menulis sebuah puisi sederhana untuknya yang hanya berisi 3 kata…… “Aku kangen kamu”
Tapi tak ada keberanian, takut dia tidak mau membacanya………

Sepertinya malam terlalu cepat datang hari ini.

Sul Mare luccia
L’astro d’argento
Placida e il vento
Venite all’ agile
Barchetta mia:
Santa Lucia, Santa Lucia

Saya butuh segelas Santa Monica

Banyuwangi, 5 Oktober 2013
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *