Catatan

Liburan

Seorang jurnalis dari Eropa pernah bertanya pada Mahatma Gandhi.
“Tuan Gandhi, anda telah bekerja setidaknya lima belas jam sehari, setiap hari, selama hampir lima puluh tahun. Tidakkah anda pikir ini saatnya berlibur?”
Gandhi yang terbiasa tidur pukul 23.00 dan telah bangun pukul 02.00 dini hari itu dengan tenang balik bertanya, “mengapa?”
“Saya selalu berlibur kok,” imbuhnya.
***
Dengan prinsip “tanggalkan dan nikmatilah” Gandhi menjalankan aktivitas perjuangannya berpuluh tahun tanpa beban. Ia melakukan sesuatu bertumpu pada tujuan, tanpa merisaukan hasil kerjanya.
“Anda tidak perlu khawatir apakah hasil yang anda inginkan akan tercapai melalui tindakan anda, selama niat anda murni dan cara anda benar. Sungguh, segala hal akan menjadi tepat pada akhirnya, jika anda menggunakan cara yang benar dan menyerahkan sisanya pada Dia,” tutur Gandhi.
Gandhi pun tak butuh berlibur untuk sekedar mencari hiburan. Tak perlu tamasya hanya sekedar melepas resah. Bagaimanapun situasi dan kondisinya, Gandhi tetap merasa terhibur
.
.
Nggak tau kenapa lagi pingin copas statusnya @ayung_notonegoro Mungkin efek bingung bedain mana liburan mana pekerjaan. Yang penting Hokyaa
Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *