Uncategorized

KUNIKMATI HUJAN DI DEPAN PINTU

hujan2

Masih ku nikmati

Sentuhan nafas malam di tengkuk ku

Seperti bisik mu malam itu

Aku rindukan

Lewat malam yang ditangisi hujan


Wahai pecintaku

Aku masih menyayangimu

Seperti malam-malam lalu tanpa hujan


Andai…..

Rambutku basah tergerai desahmu

Tak ada lagi surat pembunuh

Burung merpati yang terbang di antara kita

Menikmati cinta lewat tangisan

Bukan mataku tapi hatku


Tak perlu bertanya, seribu puisi ku tulis lewat lagu sunyi

Seperti nada desahan nafasmu di mimpiku

Tak pernah mati

Karena aku masih bernyawa dan berdarah namamu




Oh…..bajingan yang aku cintai

Ombak menyatu dengan dingin malam

Hujan telah kawinkan langit dan bumi



Tapi kau

Tak pernah kawinkan hatimu dengan hatiku

hujan4

(catatan tentang kesendirian sambil menikmati segelas kopi)

Tagged

14 thoughts on “KUNIKMATI HUJAN DI DEPAN PINTU

  1. Sejenak, nikmati jedamu. Biarkan saja kesendirian sejenak mengembarakan hati dan pikiranmu. Sejenak saja. Kemudian kau harus siap merangkai kembali menjadi wujud yg paling sempurna dengan segenap jiwanya yang mampu menantap nyata disekeliling kita, dan menyerapi seratnya.

  2. deuh pada melow euy huhuhuhuh

    suka yang bagian terakhir
    tak pernah kawinkan hatimu dan hatiku

    fiuuhhhhhhhhhh

    mbaakk maap baru bisa berkunjung skarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *