Catatan, Traveling

Kending maling, sang pencuri yang tidak buat sakit hati dari Lombok

10 Februari 2016.
Saya berkesempatan ke Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat dan singgah di salah satu toko gerabah. Ada ratusan jenis gerabah disana, namun yang mencuri perhatian saya adalah Kendi Maling. Iya kendi maling adalah salah satu jenis gerabah yang paling banyak di cari wisatawan. Harganya antara 100 ribu rupiah hingga 125 ribu rupiah sesuai dengan motifnya.

“Di sebut maling karena memasukkan airnya dari bagian bawah. Setelah diisi ya didudukkan seperti biasa, airnya tidak akan tumpah. Menuangkannya ya biasa seperti kendi lainnya lewat bagian atas. Itu alasannya disebut maling. Masuk lewat bawah keluar lewat atas,” jelas Haeniatun, pemilik toko gerabah yang hari itu saya temui.

Bentuknya seperti kendi kebanyakan, hanya saja bagian lehernya lebih panjang selain itu jika kendi pada umumnya ada lubang di bagian atas untuk memasukkan air, hal ini tidak ditemukan di kendi maling. Pertama kali melihat, saya menyangka kendi itu hanya hiasan semata. Sebab dalam posisi berdiri kendi itu seperti tidak berlubang. Tetapi jika saya teliti dengan membaliknya, adalubang seukuran ibu jari. Lewat lubang itu, air diisi kedalam kendi. Jika sudah penuh, maka akan dibalik dan posisi kendi berdiri seperti pada umumnya. Airnya tidak merembes keluar, padahal ada lubang di bagian bawahnya. Unik sekali bagi saya yang tinggal di lingkungan Jawa yang selama ini mengenal kendi di isi air dari bagian atas.

Berbeda dengan gerabah jenis lainnya, kendi maling membutuhkan ketrampilan khusus dalam membuatnya. “Jika tidak pas ya airnya nanti akan keluar dari bagian bawah. Kan di bawahnya ini tidak ada tutupnya,” kata perempuan berkerudung tersebut sambil memperagakan cara menggunakan kendi maling.

Tidak tanggung-tanggung, Kendi maling dan gerabah yang ia jual sudah diekspor hingga ke Eropa, Italia dan Australia. Selain kendi maling, wisatawan banyak yang memesan gerabah tempat air yang dihias dengan kulit telur.

Seperti fungsi kendi pada umumnya, kendi maling ini pun punya fungsi yang sama, yakni untuk menyimpan air agar menjadi sejuk. Tanah liat yang digunakan untuk membuat kendi ini juga khusus, yaitu tanah liat dari gunung yang teksturnya khas dan lebih mengkilap.

Kendi maling dan gerabah ini mudah pecah. Seperti hati, harus dijaga hati hati. Dan ini adalah satu-satunya sang pencuri alias maling yang tidak buat sakit hati. Selain pencuri hati tentunya.

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *