Catatan

: kamu

Mata kamu adalah bukit yang berkabut. Suatu kali aku mendakinya dengan melepas sepatu. Aku tidak pernah tahu jika jalannya berbatu. Kaki ku luka dan berdarah.
Hatimu adalah lautan yang pasang. Aku nekat berenang dan melepas pelampung di badan. Kau tau? padahal aku tak bisa berenang. Konon hatiku ada di dasarmu.
Bibirmu adalah sebuh toko kelontong yang menjual banyak manisan dan permen gula. Aku menyesapnya pelan pelan. Terlalu manis dan sebentar lagi akan buat aku batuk batuk dan bisa jadi sakit gigi.
Aku tahu menuju hatimu adalah perjalanan terjauh kedua selain pulang ke rumah. Aku tidak pasrah. Aku hanya berhenti dan menyakinkan diri untuk berbalik arah.
Oh ya malam ini aku menaruh hatiku sembarangan. Jika hilang aku harap kamulah pencurinya. Tidak usah dikembalikan.
Karena terkadang hidup tidak perlu pakai hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *