Catatan, Traveling

Kali Lo Banyuwangi (menunggu)

Sungai ini dikenal dengan nama Kali Lo berada tepat ditengah kota Banyuwangi bermuara ke Selat Bali. Konon nama Lo diambil dari sumber mata air sungai ini yang konon berasal dari bawah pohon Lo yang saat ini masuk wilayah kuburan Bendo.
Namun saya lebih suka legenda tentang Loh Kanti, seorang perempuan yang setia menunggu kepulanganya suaminya yang sedang berperang. Sepanjang hari dia menunggu di tepi sungai yang akan dilewati suaminya jika pulang dengan menggunakan perahu layar. Dulu sungai besar bahkan digunakan untuk berlabuh perahu-perahu besar.
Konon, Loh Kanti terus menunggu kedatangan suaminya yang ternyata telah tewas di medan pertempuran. Hingga meninggal, Loh Kanti tetap setia menunggu suaminya dipinggir kali dan tidak pernah tahu jika suaminya telah mati.
“Akibat satu senyuman pagi, hatiku terjatuh jutaan kali”
Saya membayangkan, itu dialog terakhir saat Loh Kanti berpisah dengan suaminya. Dari tepi sungai ini saya bisa membayangkan pagi yang cukup indah dan senja yang sangat hangat. Tepat di tempat saya berdiri. Tempat Loh Kanti dan suaminya berharap menghabiskan banyak waktu berdua untuk berkasih-kasihan. 
“Baiklah kang. Bukankah semua akan memiliki akhirnya masing masing? hanya saja aku tidak suka di akhiri dengan tanda koma lalu pergi entah kemana.Cepat pulang kang”
Monologh terakhir ketika Loh Kanti melihat perahu yang dinaiki suaminya hilang di kelokan menuju selat Bali.
Setia dan menunggu itu rumit Kang.
Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *