Uncategorized

JOMBLO TAPI HAPAL PANCASILA

“Jomblo tapi hapal pancasila”
Diriku dilahirkan  untuk memastikan kowe ra popo.

Saya, yang tukang baca buku ber genre serius akhirnya luluh membeli buku ini setelah dua perempuan “jomblo”, Rizqif dan Hikmah membicarakan buku ini di depan saya. “Baiklah aku beli, tapi aku yang baca dulu ya”
“Mbak Iraa kan bukan jomblo”
“Anggaplah saya jomblo tapi bukan jomblo yang ngenes”

Nama penulisnya Agus Mulyadi anak Magelang. Konon karir dia adalah sebagai operator warnet yang terkenal karena edit foto bareng Oshi JKT48. Bukunya isinya konyol tapi berisi. Bagaimana dia menjalani “kejombloannya” di tengah arus pacaran yang mengalir deras. Bagaimana dia berteman dengan orang orang yang suka mabuk yang salah satunya bercita cita jadi penjual bumbu dapur. Mulia sekali bukan?

Tentang protes dia pada pernyataan yang mengatakan Borobudur itu punya Jogya. Bagaimana dia menghadapi kegalauan dia sebagai jomblo sejati yang harus menghadiri undangan pernikahan. Bagaimana dia begitu mencintai dunia gowes dengan sepeda ontel dan berharap mendapatkan seorang perempuan yang bisa ia gonceng seperti fotonya Soekarno dan Fatmawati. Atau pengalaman dia sunat pertama kali. (emang ada ya yang sunat dua kali). Atau tulisan dia ttg Bu Ani Yudhoyono yang menulis ketus di Instagramnya.

Buku yang jauh dari kesan serius di antara buku buku yang saya koleksi.

Tiba-tiba kata Jomblo terkenal di 3 atau 4 tahun terakhir ini. Jomblo yang diartikan sebagai orang yang tidak punya pasangan atau pacar. Apalagi tambahan “ngenes” dibelakangnya membuat Jomblo semacam hantu yang menakutkan dan lebih menakutkan di bandingkan ketemu sama Suzana.

Baiklah. Pembaca status saya yang budiman.

Kata “Jomblo” tidak ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Yang hampir mirip adalah kata kata “Jomlo” tanpa menggunakan huruf ‘b’ di tengahnya yang berasal dari bahasa Sunda dan sudah dibakukan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan memiliki arti negatif,

Maknanya adalah merujuk pada seorang perempuan yang sudah tua umurnnya tetap belum juga menikah atau memiliki pasangan. Kata Jomlo akhirnya mengalami perluasan makna yaitu dari makna kata yang khusus atau sempt menjadi makna yang umum atau luas.

Semacam kata ‘ibu” yang awalnya digunakan untuk orang tua perempuan kandung lalu meluas menjadi sebutan wanita yang lebih tua dan kedudukannya lebih tinggi.

Sedangkan teori ngasal nya adalah Jomblo berasal dari Combro makanan dari singkong yang isinya oncom. Enak di makan saat masih panas. Semacam Jomblo yang liat orang pacaran keliatan cuek tapi di dalamnya panas dan pedas. Atau Jomblo berasal dari Zombie yang menggambarkan sosok tidak jelas dan suka keluyuran tanpa arah terutama saat malam minggu. Ada juga yang berteori Jomblo berasal dari Jumble, bahasa inggris yang artinya campur aduk yang mewakili perasaan Jomblo yang liat kawannya punya pasangan.

Nah tapi kesimpulannya adalah Jomblo bukan sebuah dosa. Dan ini harus di pahami oleh mereka yang merasa sedih karena tidak punya pacar. Percayalah, semua akan indah ada waktunya.

Selain itu, Jomblo bukan berarti kamu menangis sampai cakar cakar tembok. Kalian malah lebih banyak waktu untuk berbuat baik tanpa diberondong kalimat “dimana sayang”. “Cepet pulang dong”. “Aku sendirian kamu kok ndak nemenin”. Percayalah, punya pasangan itu lebih ribet di bandingkan mereka yang memilih Jomblo.

Kembali lagi ke bukunya Mas Agus Mulyadi. Saya rekomend buat kalian-kalian yang patah hati dan belum menemukan cinta sejati. #tsaaahhh

ehhh tapi bukan berarti model yang baca buku ini adalah seorang Jomblo. Saya ndak berani tanya status percintaan dia. Yang saya tahu dia tiba-tiba sering ngilang mojok entah apakah dia telpon telponan atau dia lagi baca doa mau tidur. Tapi model buku ini adalah perempuan baik-baik yang hobi buat sketsa. Dalam keadaan nyata saya masih belum tahu dia jalan sama lelaki yang diakui sebagai pacarnya. Jadi kesimpulannya…..

Nanti jika kamu Jomblo dan bully habis habisan karena ndak punya pacar bilang aja, “Biar Jomblo asalkan hapal Pancasila”

Itu lebih heroik kawan! semacam kamu menang saat perang.

#duniairaa 2 Januari 2015

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *