Uncategorized

JEDA

Saya menulis catatan ini di tengah-tengah kesibukan saya. Meneliti satu persatu lakon yang dimainkan oleh anak-anak di atas panggung.
Mata saya berat. Saya mengantuk. 24 jam lebih mata saya tidak tidur. Saya merasa ada yang salah dengan tubuh saya. Tiba-tiba saya kembali ke masa lalu.
Ssssstttt…… saya diam saja. Mengisi menit-menit waktu saya untuk terus bergerak. Saya tidak peduli walau saya payah. Karena Tuhan berbaik hati memberikan banyak waktu untuk saya hamba Nya yang paling degil ini.
Dan pagi ini saya sadar atas sebuah kecerobohan saya. Iyaaa….. mungkin kamu tidak menyadarinya atau pura-pura tidak sadar. Bodoh atau pura-pura bodoh seperti yang sering saya lakukan. Tapi ini fatal………..
Saya benar-benar tersipu sama seperti saat saya sadar bahwa kakak pembina pramuka saya jaman masih sd ternyata tampan. Atau tersipu saat mendapatkan surat cinta pertama saya. Tapi ini benar-benar memalukan……. sama malunya saat saya mencuri pandang kepadamu.
Saya sempat memutuskan untuk menghentikan intermezo ini, tapi setelah saya berpikir bukankah ini dunnia ini saya ciptakan untuk mengakomidir catatan gila saya? Menulis tanpa deadline….. menulis tanpa batas……. tapi menulis dengan rasa?
“Yo terserah njenengan wis, toh tulisan itu juga hak intelektuale iraa”
Akhirnya saya akan terus menerus menulis dan menulis…… menemukam kembali dunia saya yang hilang. Iya… menulis apa saja. Menulis kamu. Menulis langit. Menulis gunung. Menulis cinta. Menulis patah hati. 
Dan terimakasih saya kepada kamu. Kepada kedua bayang saya yang telah mengirimkan pesan pagi-pagi saat saya masih bermimpi. Atas ledekan-ledekan yang mengembalikan semangat saya untuk hidup kembali.
Iya…. saya yang hampir saja mati dan memutuskan menjadi seorang autis yang asyik dengan dunianya sendiri. 
Dan kalian berdua… ups salah bertiga. Membuat saya menjadi seorang gadis remaja. 
Terimakasih …… bukankah dalam hidup kita butuh jeda? Dalam tulisan butuh jeda agar kita bisa membaca dengan makna. Bahkan dalam menjuri teater ini pun saya butuh jeda dengan menikmati seteguk atau dua teguk kopi.
……..atau kalian ingin melihat aku menari? Aku kenakan sampur merahku dan aku menari….. silahkam bertepuk tangan untuk lakon ini
Terimakasih …..pada laki-laki bermata coklat. Pada dua bayang yang mengirimkan pesan suatu pagi sambil tertawa-tawa
Hidup kita luar biasa dan penuh warna
Dana saya memutuskan untuk tidak mengakhiri tulisan-tulisan ini…………
Finish
Mari kita nggandrung lagi tanpa jeda
Published with Blogger-droid v2.0.9
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *