Uncategorized

JARAN GOYANG

 Sun Matek aji-ajiku si Jaran Goyang
Tak goyang reng tengahe latar
Upet-upetku lawe benang
Pet sabetake gunung gugur
Pet sabetake lemah bongkah
Pet sabetake segoro asat
Pet sabetake si jabang bayine……
Minggu pertama
Jika aku adalah gadis yang terlalu lugu
Tangan menari melirk membelai aliran sungai, suatu pagi
Mata berkedip-kedip, dia membayang
Hati kosong dan bibirnya mengatup separuh bulan
Sedang matahari tak lagi membuka kelambu
Ah……ada angin datang malam-malam menjemput
Penuh persis satu sloki anggur yang terteguk
Tanpa cinta juga tanpa candu
Entah! Rasa apa pada rangkulan lancing kesepian
Minggu kedua
Mereka bertemu kembali dalam nanungan jubah malam yang mengikat pagi
Gadis lugu dan lancing kesepian
Memintal cinta maya di pagar hati yang tak pernah ada
Terlalu lama bayangan ini menghitam
Samar-sama membentuk si Jantung hati
# ono lintang yo ono srengenge
  Kupu cedung jare paman yo laying-layangan
 Ketang-ketang jare paman sun gadug merene
Janji kadung jare paman yo ro semayanan
Semua mengalir seperti sungai yang menuju samudra
Tak ada batas antara dunia maya dan tiada
Malam pertama minggu kedua
Gadis lugu lancing kesepian
Bertemu angina di Pantai Cacalan
Sepi…..sesepi malam di Sumber nanas, ia terlalu nafsu
Masih terlalu muda pertemuan ini
Sedang perahu layer melajur mendekat ke muka
Dan,
            ## Mulo nyikso kadung keneng Jaran Goyang
                Sing kuwat biso sing keturutan
                Kari soro kadung golet tombo
                Sarate ketemu ati lego”
Mawarmukah? Atau aku?
Cinta? Aku? Bertanya……
Ah….gadis lugu menggeliat tergerah
Angin malam jahat, angina malam pengkhianat
Ngaduk hatinya melebur jadi satu, dia gila, pikirku
Dan semenit kemudian lelaki sucinya terbang
Menangis, meronta, mengharap, akhirnya dia mati dalam raga bernyawanya
Hanya sementara
Entah ada bekas luka apa di hatinya
            “ Matilah kau dalam pelukku gadisku
               Di bawah lampu bulan
               Di setai wirid dan kembang
               Membawamu dalam dekapanku
Pet sabetake gunung gugur, Pet sabetake lemah bongkah, Pet sabetake segoro asat
Pet sabetake ombak gede sirep, pet sabetake si jabang bayine……
Sepi di kamar merah
Perjalanan ini terlalu panjang tuk menjauh dari tanah Blambanganku
Buku merah, boneka merah, lampu merah. Diam di ajak berbincang tentang aku
# Capil putih jare paman yo ro capil polkah, nulih mego jare paman yo katon langite……Arep mulih jare paman yo sing kuwat njangkah, yo sing tego jare paman yo ninggal unyike
Gadis lugu tergugu sendiri dalam kamar merah
Tangisnya terlalu lirih tuk di dengar malam
Ada jutaan pedang mengiris nadinya, lukanya berdarah-darah
Menggeliat, berteriak sendiri di atas kamarnya yang sepi
Ah….wangi kembang dan suara wirid menelungkup menidurinya
Dia menjerit hatinya terlalu lelah mengeja rindu
Cinta….cinta…..cinta…..cinta…..
Balio neng asalmu, assalamualikum. Etan Kulon lor kidul. Dalanu mulih
Pada lancing kesepian yang menginginkannya terbang
Banyuwangi semakin memerah
Ikut bergeliat seirama geraknya mantra
Membanggakan Lancing kesepian yang tersenyum mati jauh di tanah sana
Sedang lelaki suci terbang menghilang
Aku berbisik pada malam
### Sekar-sekar jenang pari kuning
       Agung alit temubruko kaulo nyuwun sepuro
       Jaewono seneng atine timbangono
      Eman-eman, aduh paman aju kelendi
                                                                                    J*****, 16 September 2002
# Lagu Basanan Cip. Andang CY
## Lagu Jaran Goyang Cipt. Yons DD & Catur Arum
### Petikan gending tari Jaran Goyang Aji Kembang
Catatan : Puisi ini pertama kali aku pentaskan dalam bentuk musikalisasi di IKIP Malang sekitar tahun 2002-2003. sebagai persembahan terbaikku untuk tanahku Blambangan. Dan sampai detik ini, entah sudah berapa kali aku bacakan hingga aku hapal di luar kepala. Jaran goyang…..jaran goyang……Nasibku dalam goresan penaku.
Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *