Uncategorized

INTERMEZO II

“Kamu menangis Ra”
“Iya….. ndak salah kan”
Saya butuh menangis, dan meletakkan topeng saya. Iya agar topeng itu tidak rusak oleh air mata
“Sudah makan Raa…..?”
“Nanti … kamu belum makan? Nanti aku suruh siapa suruh beli makan”
“Aku sudah makan kok ….. kamu itu yang harus makam”
Saya melanjutkan pekerjaan saya. Sepintas cahaya laptop munculdari ruang sebelah. Kamar gelap. Saya melihatnya sepintas. Kamu tersenyum. Bukan berarti saya memergokimu, atau kamu memergoki saya. Atau kita sama-sama kepergok….. tidak…  Saya tidak sedang memperhatikan kamu. Kebetulan saja mata saya mengarah ke tempat kamu. kita sama-sama tersenyum, dan kembali melanjutkan pekerjaan kita.
“Eh… tau lagunya Dian Pramana Putra?”
“Yang mana? Ini ada banyak koleksinya”
“Ini Raa….. yang judulnya demi cinta”
Tangan saya sibuk memainkan mouse dan memasukkan file lagu itu di dalam list my music
Sengaja aku bernyanyi….untuk dirimu
Sengaja ku tulis lagu
Biar lepas rasa rinduki
Aku ingin kau selalu ingat diriku di sepanjanh waktu mu
Aku ingin kau selalu menemanikuwalaupun apa yang terjadi
Aku ingin kau selalu ada di hati sampai akhir nanti
Sengaja aku bernyanyiuntuk dirimu
Sejuta nada tercipta demi cintademi cintaku
Alun simphoni, menghias indah mimpiku
Semoga cinya abadi
Saya tersenyum sendiri…….
Kamu tadi mungkin terkaget-kaget dengan saya menangis
Dan ini mungkin caramu untuk membuat saya kembali menjadi seorang iraa.
Ini intermezo yang kesekian ……. bolehkan saya menikmati syair lagu yang kamu berikan untuk saya ini? Saya belajar untuk tidak mau tau makna syairnya……saya hanya bahagia karena masih ada yang tahu bagaimana wajah jelek saya saat menangis. Heiii….. saya bukan wonder woman, jadi jangan heran ya jika saya menangis dan hidung saya memerah…… catwoman saja menangis sesenggukan saat batman pergi dari hidupnya…… apalagi cuma seorang iraa
Hei ….. kau tau … saya menikmati kamu lewat tulisan-tulisan saya. Tidak berani terlalu jauh………
Kau tau….. saya menikmati kamu seperti saya menikmati aroma kopi di sebuah kopi tiam disalah satu mall dikota batam
“Ra… kenapa setiap lewat didepan kedai ini hanya berdiri diam, kenapa tak masuk kedalam?”
“Karena secangkir kopi yang dijual di kedai ini terlalu mahal untuk ku. Tidak perlu mencicipnya, karena saya tau pasti rasanya sempurna. Dari aromanya……..”
Ya….. itu kamu…. kamu adalah sebuah kopi beracun. Yang hanya bisa saya nikmati aromanya dari tempat saya berdiri. Karena jika nekat meneguknya pasti saya akan mati, apalagi separuh hati saya masih berdarah-darah karena terluka.
Iya kamu ……
Selesaikan tulian ini lalu bangun dari mimpi mu…… masih ada tumpukan agenda yg harus kamu lakukan
Dengarkan lagu itu hanya sekedar sebagai intermezo…. iya kamu……
Terakhir…… saya suka saat kamu mengangkat alis kamu sambil mengusap separuh anak rambutmu dengan tangam kanan mu
TITIK……………….

Published with Blogger-droid v2.0.9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *